Tidak ada hubungan satu-ke-satu antara ketajaman penglihatan dan miopia, dan tidak mungkin menyimpulkan derajat miopia yang tepat berdasarkan ketajaman penglihatan, tetapi pasien dapat mengklarifikasi derajat miopia melalui pemeriksaan mata.
Miopia dapat menyebabkan kehilangan penglihatan, tetapi karena perbedaan individu, tidak ada korespondensi kuantitatif antara miopia dan ketajaman penglihatan. Setiap pasien memiliki tingkat toleransi yang berbeda terhadap miopia, sehingga derajat miopia yang sama pun dapat menyebabkan tingkat kehilangan penglihatan yang berbeda di antara pasien. Oleh karena itu, tidak mungkin memperkirakan derajat miopia berdasarkan ketajaman penglihatan pasien, dan pasien dapat melakukan pemeriksaan optalmik untuk menentukan derajat miopia.
Dalam kehidupan sehari-hari, pasien harus mengembangkan kebiasaan hidup yang baik, melakukan lebih banyak kegiatan di luar ruangan, menghindari melihat ponsel, TV, komputer, dan produk elektronik lainnya dalam waktu yang lama, dan melihat tanaman hijau dari kejauhan untuk melindungi penglihatan mereka.
Dianjurkan agar pasien dengan gangguan penglihatan harus berkonsultasi dengan dokter pada waktu yang tepat untuk menilai kondisinya dan mengikuti petunjuk dokter untuk pengobatan.