Selalu ada kekhawatiran bahwa berlari dapat menyebabkan osteoartritis. Meskipun berlari dapat menyebabkan kerusakan lutut, namun lari rekreasi tidak menyebabkan osteoartritis pada usia berapa pun dan, menurut penelitian baru, bahkan bisa bersifat protektif. Orang yang tidak memiliki osteoartritis lutut tidak perlu berhenti berlari karena takut lututnya rusak, namun hasil penelitian ini tidak berlaku bagi orang yang sudah memiliki osteoartritis lutut. Penelitian sebelumnya telah berfokus pada hubungan antara berlari dan osteoartritis lutut pada pelari pria profesional. Sebaliknya, penelitian saat ini dilakukan pada populasi berbasis komunitas dengan total 2683 peserta sebagai studi kohort, dengan usia rata-rata 64,5 tahun, indeks massa tubuh rata-rata 28,6 kg/m2 dan 56% peserta berjenis kelamin perempuan. Semua partisipan menjalani pemeriksaan rontgen lutut dan penilaian gejala dan dibagi ke dalam kelompok usia 12-18 tahun, 19-34 tahun, 35-50 tahun, dan lebih dari 50 tahun. Pada semua kelompok usia, kejadian nyeri lutut secara signifikan lebih rendah pada pelari daripada yang bukan pelari, seperti halnya kejadian tanda-tanda pencitraan dan gejala klinis osteoartritis lutut. Mungkin ada bias seleksi dalam penelitian ini karena pelari kebanyakan mencoba untuk menurunkan berat badan dan umumnya akan memiliki pola makan yang lebih sehat daripada non-pelari. Pelari umumnya akan lebih bugar secara fisik. Studi ini adalah yang pertama membahas masalah ini dalam sampel besar dan temuannya membantu kita untuk mengenali bahwa aktivitas berdampak tinggi seperti berlari tidak meningkatkan kejadian osteoartritis lutut.