Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menggunakan obat yang tepat untuk lupus di bawah pengawasan medis dan memeriksanya secara teratur untuk menangkap prekursor kobaran SLE pada waktunya. Tes imunologi secara teratur sangat penting dan pasien dalam remisi harus diuji untuk antibodi ana dan anti-dna dan komplemen dll setiap 3 bulan jika memungkinkan. Jika gejala yang sudah ada sebelumnya seperti artralgia, demam dan malaise muncul kembali, konsultasi awal harus dilakukan, tes yang diperlukan harus dilakukan dan tindakan segera harus diambil jika ada aktivitas. Kedua, faktor-faktor yang memicu aktivitas lupus harus dihindari, seperti menghindari paparan sinar matahari dan radiasi ultraviolet. Jika sulit dihindari, gunakan kerai, atau kenakan topi bertepi lebar, pakaian dan celana panjang berlengan panjang, dan oleskan tabir surya ke kulit saat beraktivitas di bawah sinar matahari. Hindari rangsangan dingin. Pasien Lupus kemungkinan besar terkena flu dan rangsangan dingin dapat menyebabkan penyakit kambuh. Hindari obat yang memicu aktivitas lupus, seperti hydrazinepyridazine, procainamide, alpha-methyldopa, isoniazid dan memantine. Untuk kontrasepsi, yang terbaik adalah menggunakan kontrasepsi instrumental dan bukan obat-obatan. Ketiga, penting untuk membangun kepercayaan diri dalam mengatasi penyakit. Membangun hubungan dokter-pasien yang baik dan menyingkirkan semua faktor negatif.