Karakteristik psikologis pasien dengan bibir sumbing dan langit-langit mulut dan cara mengatasinya

Bibir sumbing dan celah langit-langit adalah kelainan bawaan yang paling umum pada perkembangan mulut dan rahang atas, serta berhubungan dengan cacat fisik yang parah dan berbagai masalah psikologis. Status psikologis penderita bibir dan langit-langit sumbing pada masa bayi, usia sekolah, remaja, dan dewasa agak berbeda dengan orang normal. Faktor psikologis memainkan peran yang sangat penting dalam penyakit dan kesehatan. Oleh karena itu, staf medis di departemen kami melihat pasien sebagai satu kesatuan tubuh dan pikiran, dan memperhatikan patologi dan perubahan fisiologis pasien, serta kondisi psikologis pasien, untuk memfasilitasi rehabilitasi pasca operasi dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Berikut ini akan menjawab pertanyaan tentang aspek psikologis pasien celah bibir dan celah langit-langit dari tiga aspek. 1. Pasien dengan celah bibir dan langit-langit membawa pukulan psikologis yang berat bagi keluarga dan pengasuhnya sejak lahir, dan jika masalah psikologis orang tua tidak diperbaiki, maka secara langsung akan mempengaruhi perkembangan psikologis pasien, yang mengakibatkan serangkaian masalah psikologis di awal kehidupan. 2. Selama perawatan berurutan yang sering dan teratur pada pasien bibir sumbing dan langit-langit, penyedia layanan kesehatan lebih fokus pada efek fungsional, morfologis dan pertumbuhan dari perawatan daripada masalah psikologis pasien. 3. Selama sosialisasi, penampilan dan perilaku yang aneh dari orang banyak di sekitarnya menyebabkan rasa rendah diri dan ketidakmampuan untuk terlibat dalam perilaku sosial yang normal, yang pada gilirannya menyebabkan kecenderungan psikologis untuk menyangkal diri sendiri dan menolak untuk menerima diri sendiri. Karakteristik psikologis pasien celah bibir dan celah langit-langit 1. Periode dari 0 hingga 18 bulan adalah waktu yang penting bagi bayi untuk membangun kelekatan yang aman antara ibu dan anak. Ketidakmampuan untuk membangun praktik menyusui yang normal karena adanya kelainan bentuk, ditambah dengan kecemasan ibu dan kondisi psikologis yang negatif tentang kelainan bentuk, dapat berdampak penting pada perkembangan psikologis awal anak. Setelah usia 6 tahun, anak menjadi sadar diri, dan kelainan pada bahasa serta morfologi bibir dan hidung dapat memiliki dampak yang signifikan pada perkembangan psikologis anak. Telah terbukti bahwa pasien dengan celah bibir dan langit-langit memiliki penghambatan perilaku protektif yang lebih jelas, cenderung tidak bersosialisasi dan sebagian besar memiliki ekspektasi yang rendah terhadap kualitas hidup. 3. Keluarga pasien terlalu khawatir dengan kelainan bentuk pasien dan mencari bantuan medis dari berbagai sumber, sehingga menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran yang berlebihan terhadap penampilan mereka, yang berujung pada depresi. Pertama, sebagai orang tua, mereka harus mempengaruhi anak-anak mereka dengan sikap yang positif, sehat dan positif, memberi tahu mereka tentang cacat mereka dan memberi mereka bimbingan positif, yang bermanfaat bagi kesehatan psikologis anak-anak mereka. 2. Kedua, orang tua harus terlebih dahulu menyadari bahwa celah bibir dan langit-langit adalah kelainan bentuk yang sangat kecil yang tidak berpengaruh pada perkembangan fisik atau intelektual, dan secara bertahap membuat anak mereka menyadari masalahnya juga, dan menghadapinya bersama-sama, dengan benar, dan positif dalam kehidupan. Anda juga dapat mencari tokoh-tokoh yang memiliki penyakit yang sama dan mempengaruhi anak dengan perbuatan positif mereka. 3. Terakhir, Anda dapat mencari bantuan psikiater jika perlu dan bekerja sama untuk meringankan pikiran anak, pastikan untuk menyadari bahwa penampilan dan psikologi adalah hal yang penting secara bersamaan.