Dalam beberapa tahun terakhir, angka kejadian kanker paru terus meningkat dari tahun ke tahun. Kanker paru berasal dari epitel mukosa bronkus, dan dapat tumbuh ke dalam lumen bronkus atau jaringan paru yang berdekatan, serta dapat menyebar melalui metastasis hematogen limfatik atau transbronkial. Kanker paru merupakan salah satu tumor ganas yang paling berbahaya bagi kesehatan manusia di dunia, dan lebih dari 1,6 juta orang meninggal akibat kanker paru setiap tahunnya, terutama karena metastasis ke otak. Pengobatan yang paling umum untuk kanker paru adalah pembedahan, kemoterapi dan radioterapi, sementara radioterapi sering ditolak karena banyak efek sampingnya. Radioterapi stereotaktik (SABR) telah menjadi topik penelitian yang hangat dalam beberapa tahun terakhir, dan radioterapi stereotaktik dapat mengurangi atau bahkan menghindari efek samping ini. Menurut literatur, radioterapi stereotaktik tidak hanya dapat melindungi jaringan otak normal di sekitar tumor dengan baik, tetapi juga memberikan iradiasi dosis besar pada lesi, yang secara efektif dapat meningkatkan koefisien perolehan terapi, mengurangi komplikasi, meningkatkan kemanjuran terapi, dan memiliki keunggulan yang unik dalam pengobatan metastasis otak. EDGE sejauh ini merupakan teknologi radioterapi stereotaktik yang paling canggih, tepat dan efektif, menggunakan sistem Calypso GPS for the Body yang unik yang disetujui oleh FDA pada tanggal 21 Juli 2014 dan sistem pemantauan sinar permukaan untuk memantau dan mengunci “pelarian” tumor selama pengobatan dengan frekuensi tinggi hingga 10 milidetik secara real time secara dinamis, dikombinasikan dengan generasi baru IGRT dan teknologi pemandu gambar lainnya. Dikombinasikan dengan generasi baru IGRT dan teknologi pemandu gambar lainnya, kolimator HD-MLC intensitas tinggi yang unik hingga 2.400 MU/menit menghilangkan jaringan tumor dengan presisi sub-milimeter dan hampir tidak ada residu yang tertinggal. Sistem Pengangkatan Bedah Non-invasif Tumor EDGE memiliki keunggulan sebagai berikut dibandingkan dengan bedah konvensional dan kemoterapi konvensional: 1. Non-invasif: tidak diperlukan sayatan, pasien tidak perlu mengalami trauma besar akibat pembedahan; 2. Waktu perawatan yang singkat: waktu perawatan sekitar 10 menit setiap kali, yang tidak memengaruhi kualitas hidup pasien; 3. Perawatan yang lebih sedikit: 1-5 kali perawatan sekali sehari, tidak perlu rawat inap; 4. Sangat efisien: secara bersamaan dapat mengangkat hingga 5 Tumor, reseksi tumor dapat mencapai 5-7cm, hampir cocok untuk semua pasien tumor padat untuk pengangkatan lesi; 5. Menyeluruh: melacak dan mengunci tumor yang lolos dan membuangnya dengan frekuensi setiap 10 milidetik untuk menghilangkan sel tumor sepenuhnya; 6. Perawatan presisi intensitas tinggi: energi tinggi, presisi tingkat 0,2 milimeter menghilangkan sel tumor, dengan hampir tidak ada kerusakan pada organ dan jaringan vital di sekitarnya; 7. Nyaman: tidak perlu anestesi, tidak perlu rawat inap Hampir tidak ada efek samping: pasien tidak mengalami efek samping dari pembedahan dan radioterapi konvensional. Telah dilaporkan bahwa kelompok penelitian di Amerika Serikat dan Belanda, merawat 58 pasien kanker paru-paru non-sel kecil yang cocok untuk operasi dalam kelompok acak, 31 pasien diobati dengan radioterapi stereotaktik dan 27 pasien diobati dengan operasi, dan hasilnya menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup 3 tahun secara keseluruhan, 95% untuk kelompok radioterapi, secara signifikan lebih baik daripada kelompok operasi, 79%. Hal ini juga menunjukkan bahwa efek pengobatan kanker paru non-sel kecil stadium awal (NSCLC) dengan radioterapi lebih baik daripada pembedahan. Menurut para ahli di Global Oncologist Network, EDGE adalah teknologi pengangkatan tumor non-invasif yang paling canggih sejauh ini, yang dapat mengobati tumor jinak maupun ganas di bagian tubuh mana pun, terutama tumor di dekat organ vital atau pembuluh darah dan saraf utama, dan memiliki efek terapi yang sangat baik untuk tumor yang sulit dilakukan dengan pembedahan konvensional, seperti tumor tengkorak, kanker paru-paru, kanker payudara, tumor tulang belakang, kanker hati, dan tumor padat lainnya.