Tindakan pencegahan yang paling penting untuk kambuhnya batu saluran kemih adalah mencapai pengenceran urin melalui asupan cairan yang tinggi. Berdasarkan hasil studi epidemiologi dan klinis, efek asupan cairan dan volume urin terhadap risiko pembentukan batu dan pencegahan kekambuhan dirangkum. Pengenceran urin dan kristalisasi garam pembentuk batu Secara teoritis, asupan cairan yang besar menghambat pembentukan batu dengan mengurangi konsentrasi komponen pembentuk batu, tetapi juga mengurangi konsentrasi penghambat pembentuk batu. Pada praktiknya, pengenceran urin dalam tubuh tidak secara signifikan mengubah sekresi faktor pembentuk batu (kalsium, oksalat, fosfor, asam urat, dll.) dan faktor penghambat (magnesium dan sitrat) atau pH (keasaman/kebasaan) urin. Dehidrasi kronis Produksi urin yang rendah dan terus-menerus terutama disebabkan oleh asupan cairan yang rendah atau peningkatan kehilangan air melalui pernapasan-kulit. Mendukung tingginya insiden batu saluran kemih yang menyulitkan paparan dehidrasi kronis. Penyelidikan epidemiologi telah menunjukkan bahwa suhu tinggi, aktivitas fisik yang intens, dan penggantian cairan yang tidak memadai dikaitkan dengan tingginya kejadian batu saluran kemih, dan bahwa terjadinya kolik ginjal dan batu yang terkait dengan perubahan musim (selama atau setelah musim panas) telah dikaitkan dengan penurunan output urin dengan adanya suhu tinggi.