Memahami tiga tahap perkembangan otak janin

  Banyak calon ibu yang ingin bayinya memiliki perkembangan otak terbaik dan terpintar, dan terus-menerus mengonsumsi vitamin, susu, tablet kalsium, DHA, dll. selama kehamilan. Bagaimana sebenarnya cara menangani hal ini untuk mendapatkan perkembangan otak terbaik bagi bayi Anda? Jika kita ingin memanfaatkan potensi dan kecerdasan bayi kita, pertama-tama kita harus memahami proses perkembangan otak mereka. Tahap pertama perkembangan otak adalah dari janin hingga lahir. Menurut statistik, pada saat bayi lahir, otak telah memiliki sekitar 10 hingga 18 miliar sel otak, mendekati jumlah sel otak orang dewasa. Oleh karena itu, sangat penting untuk melatih dan menstimulasi perkembangan otak bayi Anda selama masa kehamilan.  Ada tiga “periode puncak” perkembangan otak: 1) Pada usia 3 bulan, puncak pertama perkembangan sel otak terjadi.  Pada usia 4-5 bulan, sel-sel otak masih berada pada puncaknya dan sesekali muncul tanda memori.  Pada usia 3 dan 6 bulan, permukaan otak berlekuk-lekuk dan struktur hirarki korteks serebral sebagian besar sudah terbentuk. Terdapat 14 miliar sel otak, jumlah sel otak untuk seumur hidup.  ”Strategi” yang berbeda digunakan pada waktu yang berbeda.  1. Sebelum bulan ketiga kehamilan, konsumsilah nutrisi yang seimbang untuk memberikan lingkungan yang baik bagi janin.  Penelitian telah menunjukkan bahwa jaringan saraf primer pertama dihasilkan dari interaksi antara mesoderm dan ektoderm pada hari ke-18 setelah pembuahan sel telur. Dengan kata lain, neuroectoderm terbentuk sekitar hari ke-19 setelah sel telur dibuahi, yang biasanya terjadi saat sang ibu mengetahui bahwa pembuahan telah berhasil, dan saat ia yakin akan menjadi seorang ibu, jaringan otak bayi mulai terbentuk.  Jika calon ibu ingin otak bayinya berkembang dengan baik, ia harus menyediakan lingkungan pengasuhan yang baik selama kehamilan. Istirahat yang cukup, makan yang sering, nutrisi yang seimbang, dan sebagainya, semuanya akan berkontribusi pada perkembangan otak bayi. Selain itu, jika Anda memiliki kebiasaan yang tidak sehat, Anda harus menghentikannya selama kehamilan. Merokok dan minum alkohol dapat dengan mudah merusak bentuk janin, yang menyebabkan harelip dan IQ rendah.  2. Pada usia kehamilan 4-5 bulan, pendidikan janin tepat waktu dilakukan.  Calon ibu juga akan mulai merasakan gerakan janin. 20 minggu kemudian, perkembangan sel-sel otak akan menjadi semakin kompleks, dan ini adalah waktu yang paling efektif bagi ibu untuk berinteraksi dengan janin.  Selama bulan keempat hingga kelima kehamilan, yang terbaik bagi ibu adalah mengajari bayinya setiap hari. Pada tahap awal, Anda dapat memulai dengan sentuhan dan pendidikan janin dengan memberikan nama panggilan yang lucu, percakapan sederhana, dan sentuhan, sehingga bayi Anda dapat mengenal suara ibu dan ayahnya dan merasakan kasih sayang mereka. Selain itu, musik, seni, dan pergaulan juga merupakan metode yang baik untuk meningkatkan rasa seni dan kecerdasan bayi, yang dapat dicoba oleh calon ibu.  3. Pada bulan ke-6 kehamilan, saraf bayi terstimulasi dengan baik.  Perut calon ibu yang semakin membesar setelah bulan keenam kehamilan mungkin akan menyulitkan Anda untuk bergerak, tetapi pada masa ini, olahraga yang tepat tetap diperlukan. Dengan bersikeras berjalan, berjalan, melakukan senam hamil atau yoga selama waktu ini, Anda dapat menstimulasi indera vestibular bayi Anda secara moderat dan meningkatkan perkembangannya. Jika stimulasi vestibular tidak mencukupi, bayi akan lahir lebih lambat dan koordinasi gerakan akan terpengaruh.  4. Setelah 24 minggu, otak bayi akan berkembang lebih jauh dan ia akan dapat memahami suara-suara dari dunia luar.  Calon ibu dapat berjalan-jalan di alam bebas agar bayinya dapat merasakan keindahan alam; ia juga dapat menghadiri beberapa konser janin, mengunjungi pameran seni dan perpustakaan agar bayinya mendapatkan pengayaan budaya. Setelah usia kehamilan 28 minggu, perhatikan perkembangan janin dalam kandungan dan cegahlah secara aktif segala macam komplikasi kehamilan. Dengan melakukan tiga periode penting ini dengan baik, perkembangan otak bayi tidak akan terpengaruh oleh faktor-faktor yang merugikan, dan tentu saja proses persalinan adalah ujian bagi otak janin!