Apa pengobatan terbaik untuk pusing dan spondilosis servikal?

  ”Pusing” (secara medis diklasifikasikan sebagai pusing dan vertigo) adalah masalah klinis yang sangat umum dan salah satu alasan paling umum bagi pasien untuk mencari pertolongan medis. Namun, karena kurangnya pendidikan umum, rendahnya tingkat praktisi umum, dan sempitnya pengetahuan para spesialis di Tiongkok, sejumlah besar pasien tidak menerima diagnosis dan pengobatan yang tepat waktu dan benar. Banyak pasien yang secara acak didiagnosis sebagai “kekurangan suplai darah otak” atau “spondylosis serviks” dan diobati dengan banyak “aktivasi darah” dan bahkan pembedahan, tetapi hasilnya tidak memuaskan. Bahkan, tidak jarang pusing disebabkan oleh spondilosis servikal atau kurangnya pasokan darah ke otak.  Salah satu kesalahan paling umum yang dilakukan banyak pasien adalah mencoba mencari tahu apakah penyebab pusing mereka adalah “kurangnya suplai darah ke otak” atau “spondylosis serviks”, dan bahkan untuk melihat diri mereka sendiri dan meminta berbagai tes. Hal ini karena sebagian besar orang dewasa, terutama orang tua, memiliki “osteofit”, “infark kavernosa multipel”, atau “suplai darah yang tidak mencukupi ke otak”. Perubahan-perubahan ini sangat umum terjadi pada lansia dan berhubungan dengan penuaan fisik atau kondisi lainnya (misalnya hipertensi, diabetes) tetapi bukan penyebab pusing atau vertigo. Oleh karena itu, pasien tidak boleh meminta atau mengharapkan tes secara membabi buta, dan tidak boleh membaca laporan tes hanya untuk informasi dokter saja, seperti “osteofit”, “infark kavernosa multipel”, atau “suplai darah yang tidak memadai”, dan kemudian membuat diagnosis sendiri. Hasilnya adalah diagnosis buta.  Penyebab klinis yang paling umum dari pusing atau vertigo adalah gangguan vestibular perifer, gangguan medis, dan gangguan kejiwaan. Sebagian besar pusing tidak disebabkan oleh spondilosis servikal atau suplai darah yang tidak memadai ke arteri basilar.  Oleh karena itu, pasien yang mengalami pusing sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli saraf, dokter kardiovaskular, atau ahli THT, daripada pergi ke bagian ortopedi atau rehabilitasi untuk pengobatan “spondilosis serviks” untuk menghindari keterlambatan dalam diagnosis dan pengobatan.