Myofibroblastoma hepatitis adalah lesi mirip tumor yang disebabkan oleh infiltrasi sel inflamasi dan proliferasi jaringan fibrosa di jaringan hati lokal yang disebabkan oleh berbagai faktor inflamasi. Meskipun myofibroblastoma hepatitis bukanlah tumor ganas, namun gejalanya mirip dengan tumor ganas dan dapat menyebabkan ketidaknyamanan fisik. Penyakit tumor jinak ini masih bisa berdampak signifikan pada kesehatan seseorang. Saat ini, pengobatan terbaik untuk penyakit ini adalah operasi pengangkatan. Prognosis untuk sebagian besar kasus hepatitis myofibroblastoma relatif baik. Sebagian pasien yang tidak toleran terhadap pembedahan, juga dapat diobati secara konservatif dengan obat-obatan seperti radioterapi, obat antiinflamasi steroid atau antibiotik. Pada sebagian kasus, setelah beberapa bulan pengobatan konservatif, tumor dapat menyusut secara signifikan dan sebagian ketidaknyamanan yang disebabkan oleh tumor dapat berkurang. Myofibroblastoma hepatitis dapat menyebabkan pasien menderita demam, anemia dan trombositosis. Penyakit ini bisa menjadi ganas, jadi begitu myofibroblastoma hepatitis terdeteksi, harus ditanggapi dengan serius dan pengobatan harus ditentukan setelah pemeriksaan aktif. Pasien harus mengikuti saran medis ketika mengonsumsi obat antiinflamasi steroid atau antibiotik dan tidak boleh meminumnya tanpa izin. Karena tumor ini bersifat kambuhan, pasien memerlukan pemeriksaan rutin untuk mencegah kekambuhan tumor.