Sindrom hemofagositik dapat disembuhkan sepenuhnya, tetapi tingkat kesembuhan secara keseluruhan rendah dan penyakit ini bersifat agresif.
Sindrom hemofagositik adalah sekelompok kelainan hematologi yang berkembang pesat dan sangat ganas, yang dapat diklasifikasikan ke dalam sindrom hemofagositik primer dan sindrom hemofagositik sekunder.
1. Sindrom hemofagositik primer disebabkan oleh kelainan genetik dan memiliki tingkat kesembuhan yang sangat rendah serta angka kematian yang tinggi.
2. Sindrom hemofagositik sekunder, seperti namanya, disebabkan oleh penyakit sekunder. Penyakit sekunder yang umum termasuk infeksi EBV, limfoma ganas, infeksi berat, dan sebagainya. Sindrom hemofagositik sekunder juga diharapkan dapat disembuhkan jika faktor sekundernya dapat dihilangkan. Sebagai contoh, limfoma non-Hodgkin diobati dengan kemoterapi dengan obat-obatan seperti siklofosfamid.
Obat spesifik yang digunakan dalam pengobatan sindrom hemofagositik meliputi etoposide, siklofosfamid, dan deksametason.
Keganasan secara keseluruhan, perkembangan yang cepat, dan tingkat kematian yang tinggi dari sindrom fagositik memerlukan diagnosis dan pengobatan yang agresif di bawah bimbingan dokter.