Kadar oksigen tinggi dan rendah, bagaimana cara mengobatinya

Oksigen darah sesaat tinggi sesaat rendah umumnya mengacu pada saturasi oksigen yang tidak stabil, bisa berupa gagal jantung, penyakit paru obstruktif kronik, anemia, dll., perlu di bawah bimbingan dokter untuk melakukan perawatan yang ditargetkan, seperti terapi obat, perawatan bedah.
1. Gagal jantung: gagal jantung yang disebabkan oleh miokarditis, yang mengakibatkan saturasi oksigen tidak stabil; obat yang umum digunakan termasuk penghambat enzim pengubah angiotensin seperti enalapril, penghambat reseptor angiotensin II seperti cloklartan, diuretik seperti furosemid, dan obat inotropik ortostatik seperti digoksin, dan perawatan bedah akan dipertimbangkan jika perlu.
2. Penyakit paru obstruktif kronik: penyakit ini dapat menyebabkan saturasi oksigen yang tidak stabil, obat yang umum digunakan termasuk agonis β2-adrenoseptor seperti salbutamol aerosol, antikolinergik seperti ipratropium bromida aerosol, teofilin seperti aminofilin, glukokortikosteroid seperti budesonida, ekspektoran seperti aminobromin hidroklorida, antibiotik seperti amoksisilin, dan sebagainya.
3. Anemia: pasien dengan anemia berat dapat menyebabkan saturasi oksigen yang tidak stabil, seperti anemia defisiensi besi yang biasa menggunakan besi sulfat dan sebagainya, anemia megaloblastik yang biasa menggunakan asam folat dan sebagainya, anemia hemolitik yang biasa menggunakan deksametason dan sebagainya, anemia pernisiosa yang biasa menggunakan injeksi vitamin B12.
Namun tidak menutup kemungkinan adanya faktor lain yang disebabkan oleh pasien dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter pada waktu yang tepat, agar dokter dapat mengklarifikasi penyebabnya, sehingga dapat memberikan pengobatan yang tepat sasaran.