Kanker serviks menimbulkan risiko fisik dan psikologis yang besar bagi wanita. Gejala awal kanker serviks tidak menimbulkan rasa tidak nyaman dan sering kali terdeteksi selama pemeriksaan fisik dan skrining. Banyak pasien mencari pertolongan medis karena mengalami perdarahan vagina kontak, yang sering kali tidak menimbulkan rasa sakit saat pemeriksaan tinja dan vagina. Pada sebagian kecil pasien, keputihan meningkat, berwarna merah muda dan berbau busuk. Untuk wanita pasca-menopause, penemuan perdarahan vagina harus ditanggapi dengan lebih serius dan mereka harus pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan khusus pada waktunya. Apa saja gejala kanker rahim stadium awal? Pertama, erosi serviks: Umumnya, pasien dengan kanker serviks sering disertai dengan erosi serviks, dan erosi serviks yang parah adalah penyebab utama kanker. Wanita muda dengan erosi serviks yang tidak diobati dalam waktu yang lama, atau yang masih mengalami erosi serviks setelah menopause, harus ditangani dengan serius. Kedua, perdarahan kontak: perdarahan kontak adalah gejala yang paling menonjol dari kanker serviks, dan sekitar 70%-80% pasien kanker serviks mengalami perdarahan vagina. Sebagian besar dari mereka menunjukkan keputihan yang bercampur dengan darah segar saat pemeriksaan ginekologi atau saat mengejan untuk buang air besar. Jika wanita yang lebih tua mengalami perdarahan, mereka tidak boleh selalu berpikir bahwa hal tersebut disebabkan oleh mengejan yang tidak tepat dan mengabaikan kemungkinan kanker serviks. Ketiga, perdarahan vagina yang tidak teratur: Perempuan lanjut usia yang telah mengalami menopause selama bertahun-tahun tiba-tiba mengalami ‘haid’ lagi tanpa alasan yang jelas. Jumlah perdarahan yang terjadi seringkali sedikit dan tidak disertai dengan gejala-gejala seperti sakit perut atau sakit punggung, sehingga mudah diabaikan. Faktanya, perdarahan vagina yang tidak teratur sering kali merupakan tanda awal kanker serviks, dan banyak pasien lansia yang datang ke klinik dengan gejala ini untuk mendapatkan diagnosis dini dan pengobatan tepat waktu. Oleh karena itu, para lansia harus waspada.