Racun yang berbeda masuk ke dalam tubuh dengan cara yang berbeda pula. Racun masuk ke dalam tubuh terutama melalui konsumsi oral, penghirupan pernapasan, dan penyerapan ke dalam selaput lendir kulit, yang menyebabkan keracunan. Keracunan melalui mulut sering terjadi, misalnya, ketika seseorang mengalami overdosis obat tidur atau pestisida, atau diracuni oleh orang lain melalui makanan atau air, atau secara tidak sengaja menelan jamur beracun. Racun berbentuk gas, seperti gas (karbon monoksida), umumnya terhirup ke dalam paru-paru melalui saluran pernapasan. Selama produksi pabrik, racun juga dapat terhirup melalui saluran pernapasan dalam bentuk debu, asap, uap, dll. Beberapa racun, seperti pestisida organofosfat dan paraquat, juga dapat diserap melalui selaput lendir yang masih utuh pada kulit ketika tumpah langsung ke tubuh atau pakaian. Selain itu, racun dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka akibat gigitan dan sengatan hewan seperti serangga dan ular. Racun yang sama dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui berbagai cara, seperti organofosfat dan paraquat, yang dapat diracuni secara oral, atau diserap melalui selaput lendir kulit setelah terkontaminasi.