Klorpirifos adalah pestisida organofosfat yang cukup beracun yang cara keracunannya sering kali disebabkan oleh konsumsi yang tidak disengaja atau bunuh diri dengan cara menelan. Mekanisme utama keracunan adalah penghambatan aktivitas asetilkolinesterase, yang pada gilirannya menyebabkan penumpukan asetilkolin, yang mengakibatkan tanda dan gejala klinis. Sebagai contoh, pasien mungkin mengalami mulut berbusa, otot berkedut, koma, dan gejala terkait lainnya. Langkah pertama dalam perawatan klinis adalah menginduksi muntah, lavage lambung dan kateterisasi sesegera mungkin. Pada saat yang sama, adsorben seperti arang aktif dapat ditempatkan di saluran pencernaan untuk mengurangi penyerapan racun lebih lanjut dan untuk mempercepat metabolisme dan ekskresinya. Obat-obatan penghambat kolinesterase seperti deprenil dan klorofosfamid harus diberikan sesegera mungkin dan atropin dapat diberikan sesuai kebutuhan untuk mencapai pengobatan yang sinergis. Perawatan ini harus disertai dengan penggantian cairan yang tepat, pengobatan diuretik dan, jika perlu, terapi pemurnian darah untuk mencapai pembuangan racun dengan cepat. Selama perawatan, lingkungan internal pasien harus secara aktif distabilkan, ketidakseimbangan asam-basa dan gangguan ionik harus dikoreksi, dan fungsi organ yang sesuai harus dilindungi dan didukung.