Bagaimana merehabilitasi setelah operasi

Pelatihan rehabilitasi pasca operasi terutama terkait dengan faktor-faktor seperti lokasi cedera, penyebab cedera dan tingkat keparahan kondisi. Secara umum, pelatihan rehabilitasi dapat dibagi menjadi tiga tahap: awal, tengah, dan akhir.
1. Tahap awal: Tahap awal pasca operasi terutama untuk perlindungan. Umumnya daerah yang terkena harus diistirahatkan dengan benar, dibalut dengan tekanan, dan anggota tubuh yang terkena harus ditinggikan. Terapi dingin dan metode fisioterapi lainnya dapat digunakan untuk mendorong perbaikan jaringan lokal, sementara latihan mobilitas yang tepat dan latihan kekuatan otot dapat dilakukan pada bagian yang tidak terluka, dan latihan kontraksi otot isometrik serta latihan mobilitas sendi pasif dapat dilakukan pada bagian yang terluka tergantung pada cedera.
2. Jangka menengah: Tambahkan pelatihan rehabilitasi intensitas rendah yang sesuai di tengah periode pasca operasi. Ini terutama mencakup latihan mobilitas sendi seperti peregangan jaringan lunak dan gerakan sendi aktif; latihan kekuatan otot resistensi intensitas rendah; latihan stabilitas intensitas rendah dan sebagainya. Jika terjadi cedera tungkai bawah, latihan menahan beban yang tepat, latihan berjalan dan latihan tangga dapat dilakukan sesuai dengan situasinya.
3. Periode pasca operasi: Periode pasca operasi terutama untuk memulihkan fungsi. Ini termasuk meningkatkan intensitas latihan kekuatan otot; meningkatkan kesulitan latihan stabilitas sendi; pelatihan kontrol neuromuskuler; pelatihan aktivitas fungsional seperti berlari dan melompat.
Dianjurkan agar pasien pasca operasi mencari saran medis tepat waktu dan melakukan pelatihan rehabilitasi yang benar di bawah bimbingan dokter dan terapis profesional. Hindari latihan buta secara mandiri untuk menghindari konsekuensi yang merugikan.