Kemungkinan terjadinya kanker satu tahun setelah tes TCT normal tidak dapat dipastikan, dan angka kejadian kanker tidak terkait dengan program tes TCT, yang merupakan metode skrining kanker serviks.
Tes TCT serviks adalah tes sel lapisan tipis berbasis cairan serviks, yaitu sikat kecil diputar terlebih dahulu pada permukaan lubang serviks, sehingga sel-sel luruh serviks dapat dikumpulkan, dan kemudian sel-sel luruh yang terkumpul di bawah mikroskop, untuk mengamati apakah ada kelainan pada sel-sel luruh tersebut. tes TCT adalah metode yang efektif untuk skrining lesi pra-kanker serviks.
Besar kecilnya kemungkinan menyebabkan kanker serviks tergantung pada apakah pasien disertai dengan infeksi human papillomavirus (HPV). Setelah HPV16 dan 18 positif, perlu dilakukan pemeriksaan ulang setiap tiga sampai enam bulan sekali, dan kemungkinan kedua jenis virus ini menyebabkan kanker serviks mencapai lebih dari tujuh puluh persen dari semua kanker serviks.
Tes TCT normal, pembawa virus HPV, perlu ditinjau secara teratur di bawah bimbingan dokter untuk mencegah lesi prakanker.