Apa sebenarnya yang harus dihindari oleh pasien bekas luka?

Banyak pasien bekas luka yang sering bertanya kepada saya, apa yang harus saya hindari? Saya juga sering menyarankan untuk menghindari makan selama perawatan bekas luka. Hari ini, saya ingin memberi tahu Anda apa yang harus Anda perhatikan dalam hal diet selama perawatan bekas luka. Jika Anda adalah pasien dengan bekas luka hiperplastik atau bekas luka, Anda harus memberi perhatian khusus pada fakta bahwa rangsangan alkohol akan mempercepat pertumbuhan bekas luka, sehingga menyebabkan serangkaian reaksi seperti rasa sakit dan gatal. Rokok mengandung lebih dari 400 bahan kimia, 250 di antaranya berbahaya bagi tubuh manusia. Nikotin, karbon monoksida, asam hidrosianat, dan oksida nitrat adalah empat zat yang paling berbahaya bagi tubuh manusia, dan merokok dapat meningkatkan panas dan kelembapan dalam darah, yang tidak kondusif untuk pemulihan bekas luka. Jadi, jika Anda ingin bekas luka Anda tetap utuh, cobalah untuk meminimalkan paparan alkohol dan tembakau. Kedua, karbohidrat tinggi. Banyak pasien bekas luka berpikir bahwa tidak apa-apa untuk tidak makan makanan yang mengiritasi setelah operasi. Penting untuk dicatat bahwa mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat tinggi, seperti gula, kue, dan makanan penutup, dapat meningkatkan gula darah terlalu cepat, menyebabkan insulin dilepaskan dan membuat perubahan pada hormon glukokortikoid tubuh, yang pada akhirnya menyebabkan sekresi minyak dan lemak yang kuat, sehingga bekas luka rentan terhadap reaksi peradangan. Bekas luka rentan terhadap reaksi peradangan. Namun, jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap makanan tersebut, Anda tidak boleh mengonsumsinya lagi karena dapat memperparah pertumbuhan bekas luka. Jika Anda tidak memiliki reaksi terhadap makanan tersebut, Anda dapat memakannya dengan baik. Keempat, bawang merah, jahe, bawang putih, kecap, dan cabai. Pasien bekas luka harus mengurangi makanan yang merangsang dan pedas, jadi sebisa mungkin hindari cabai. Boleh saja menggunakan bawang merah, jahe dan bawang putih sebagai bumbu masakan, begitu juga dengan kecap. Pasien bekas luka merasa bahwa kecap dapat memperburuk pigmentasi, tetapi ini sebenarnya berlebihan, karena bumbu yang ditambahkan ke dalam masakan sangat kecil dan tidak memiliki efek apa pun. Menghindari makanan selama perawatan bekas luka memang perlu, tetapi tidak boleh berlebihan. Menjaga nutrisi seimbang, rileks, dan menggabungkan dengan perawatan bekas luka lainnya pasti akan mencapai hasil yang baik.