Cara mencegah spondilosis serviks

  Dengan kemajuan masyarakat, perkembangan teknologi dan peningkatan standar hidup masyarakat, kejadian spondilosis serviks terus meningkat dari tahun ke tahun. Ada banyak penyebab spondilosis serviks, terutama trauma dan ketegangan kronis (terutama disebabkan oleh postur tidur yang buruk dalam jangka panjang, postur kerja yang buruk dan kebiasaan gaya hidup yang buruk seperti akses internet yang berkepanjangan, permainan, mahjong, poker, dan jahitan silang).  Penyakit tulang belakang servikal dapat mempengaruhi kualitas hidup, dan pencegahan penyakit tulang belakang servikal memiliki banyak segi, dan itu berjalan melalui kehidupan dan pekerjaan seseorang. Jadi, bagaimana spondilosis servikal dapat dicegah?  Berikut ini adalah beberapa tindakan pencegahan spondilosis serviks: a. Pengobatan aktif gangguan faring: radang tenggorokan tidak hanya rentan terhadap dislokasi spontan vertebra serviks bagian atas, tetapi juga merupakan salah satu faktor pemicu spondilosis serviks. Oleh karena itu, pencegahan dan pengobatan faringitis, tonsilitis, limfadenitis, dan infeksi tulang dan jaringan lunak lainnya yang tepat waktu adalah penting untuk pencegahan dan pengobatan spondilosis serviks.  Kedua, pertahankan posisi tidur yang baik: posisi tidur yang baik, tidak hanya untuk menjaga kelengkungan fisiologis seluruh tulang belakang, tetapi juga untuk membuat pasien merasa nyaman, jadi yang terbaik adalah mengambil posisi menyamping atau terlentang, tidak tengkurap, bantal tidak boleh terlalu tinggi.  Ketiga, pencegahan dan pengendalian trauma kepala dan leher: orang yang melakukan latihan fisik, pekerjaan sehari-hari, aktivitas lalu lintas mudah mengalami trauma leher. Setelah trauma, pasien harus melakukan pengobatan dini. Untuk kasus yang lebih ringan, kerah leher plester dapat digunakan untuk mengontrol aktivitas leher, tetapi umumnya rawat inap diperlukan untuk perawatan traksi.  Hindari pekerjaan kepala rendah jangka panjang: pekerjaan kepala rendah jangka panjang sering kali tidak terlalu intens, tetapi kepala rendah jangka panjang menyebabkan ketegangan pada otot dan ligamen di bagian belakang leher, dan tekanan internal diskus intervertebralis dalam keadaan kepala rendah jauh lebih tinggi daripada posisi tubuh normal. Oleh karena itu, posisi kepala dan leher harus diubah secara teratur. Setelah kepala dan leher diputar ke satu sisi terlalu lama, gerakan harus dilakukan ke arah lain dan diulang beberapa kali dalam waktu singkat, yang bermanfaat bagi kesehatan leher dan juga untuk menghilangkan kelelahan. Jika Anda adalah pekerja meja lama, Anda harus melakukan latihan interval untuk menyeimbangkan vertebra servikal yang berada dalam keadaan lelah secara berkala.