Apakah produk kedelai cocok untuk pasien tumor?

Dikatakan bahwa “segenggam kacang kedelai sehari baik untuk kesehatan dan umur panjang”, dan orang-orang bijak telah membuat kacang kedelai menjadi berbagai macam makanan lezat seperti tahu, bunga kacang kedelai, kacang kedelai kering, dadih kacang kedelai, susu dadih kacang kedelai, dan sebagainya, yang sangat populer di kalangan masyarakat. Apakah produk kedelai cocok untuk pasien tumor? Apa saja kandungan nutrisi dari produk kedelai? Tahu dan Bunga Kacang Kedelai Dikatakan bahwa tahu secara tidak sengaja ditemukan oleh Liu An, Raja Huainan di Dinasti Han, ketika ia sedang menyempurnakan ramuan keabadian, yang secara alami tidak berhasil, tetapi menghasilkan tahu seputih salju dan lezat. Dadih kacang kedelai adalah produk perantara dari tahu dan lebih empuk daripada tahu. Orang Sichuan menciptakan Dadih Kacang Kedelai Fushun yang terkenal dan Otak Dadih Kacang Leshan sebagai pai dadih kacang asin. Nutrisi: Tahu dan bunga kedelai keduanya mengandung protein tinggi. 3 tael tahu (selatan) mengandung 10g protein, hampir sama dengan 1 tael daging. Beberapa orang mengatakan: Produk kedelai mudah kembung dan tidak dapat dicerna. Faktanya, tahu dan dadih kacang kedelai telah menghilangkan sebagian besar faktor perut kembung selama proses produksi, menghancurkan komponen yang mempengaruhi pencernaan dan penyerapan, dan meningkatkan daya cerna protein kedelai dari 65% menjadi lebih dari 90%. Kedelai kaya akan asam lemak tak jenuh ganda dan lesitin yang baik untuk kesehatan jantung. Kedelai tidak dianggap sebagai makanan kaya kalsium, tetapi penambahan koagulan yang mengandung kalsium (umumnya dikenal sebagai tahu titik) ke dalam pembuatan tahu telah menghasilkan kandungan kalsium sekitar 160mg dalam 100g tahu, menjadikannya makanan vegetarian yang sangat baik untuk suplemen kalsium. Kacang kedelai kering Nutrisi: Kacang kedelai kering adalah produk olahan tahu, yang memiliki komposisi nutrisi yang mirip dengan tahu, tetapi dengan kandungan air yang lebih rendah, dan kandungan protein dan kalsium yang lebih tinggi. 100g kacang kedelai kering mengandung sekitar 15g protein dan 300mg kalsium. Kulit Kacang Kedelai (Kulit Minyak), Dadih Kacang Kedelai Nutrisi: Kulit Kacang Kedelai dan Dadih Kacang Kedelai dibuat dengan proses yang sama, yaitu merebus susu kedelai dan menjaganya agar tetap hangat selama beberapa waktu, lalu mengeluarkan lapisan yang terbentuk di permukaan susu kedelai dan mengeringkannya di bawah sinar matahari untuk membuatnya. Lapisan ini kaya akan protein kedelai dan lemak tak jenuh ganda, sehingga membuat kulit kacang kedelai dan tahu bambu menjadi mengkilap dan berminyak. Kulit kacang kedelai dan tahu bambu memiliki kandungan air yang rendah dan kandungan proteinnya sekitar 45 persen. Namun, kandungan kalsiumnya tidak tinggi, dengan sekitar 80mg kalsium dalam 100g dadih kacang kedelai. Dadih kacang kedelai, susu tahu, tempe, pasta kacang hitam Nutrisi: Dadih kacang kedelai, susu tahu, pasta kacang hitam, tempe, semuanya termasuk dalam produk kedelai yang difermentasi. Setelah fermentasi, beberapa protein kedelai dipecah dan menjadi lebih mudah diserap, dan kandungan mineral yang dapat larut dan dapat diserap meningkat, dan beberapa nutrisi, seperti Vitamin B2, juga menjadi lebih tinggi. Namun, perlu diperhatikan bahwa kandungan garam dari jenis makanan fermentasi ini juga sangat tinggi, dan hanya dapat digunakan sebagai lauk untuk makan berikutnya. Apakah pasien kanker payudara yang mengonsumsi produk kedelai akan kambuh? Kedelai mengandung fitoestrogen yang disebut isoflavon kedelai, yang tidak seperti estrogen hewani, dapat memainkan peran dua arah dalam mengatur kadar estrogen dalam tubuh wanita dan merupakan agen kemopreventif kanker alami. Penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi produk kedelai secara teratur dapat mengurangi risiko kanker payudara pada wanita dan risiko kekambuhan pada pasien payudara, serta memperbaiki gejala menopause pada wanita dan mencegah penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu, pasien kanker payudara pun dapat mengonsumsi produk kedelai. Berapa banyak jumlah yang tepat untuk dimakan? Karena kedelai sangat bergizi, berapa banyak yang tepat untuk dimakan setiap hari? Pedoman Diet untuk Penduduk Tiongkok merekomendasikan asupan harian 25-35g kedelai atau jumlah yang setara dengan produk kedelai. Jumlah ini setara dengan 150-200g tahu/tempe kedelai, 50-75g kacang kedelai kering, dan 20-30g kulit kacang kedelai/tempe. Saran Ahli Gizi: Produk kacang kedelai mengandung protein tinggi, rendah lemak, dan mudah dicerna dan diserap, sehingga cocok untuk dikonsumsi setiap hari oleh pasien kanker. Terutama ketika asupan daging tidak mencukupi selama masa kemoterapi atau pemulihan operasi, Anda dapat mengonsumsi lebih banyak produk kacang kedelai untuk memastikan kecukupan protein.