Apabila seorang wanita hamil mengalami anemia, maka akan dilakukan pemeriksaan serum feritin, asam folat dan vitamin B12. Berdasarkan hasil tes tersebut, apa yang kurang akan ditambah. Sementara mengisi kembali bahan pembentuk darah yang kurang secara memadai, makanan atau sayuran dan buah-buahan tertentu dapat dipilih, yang sesuai, untuk membantu pengobatan anemia. Anemia pada ibu hamil, jika bukan karena penyakit, umumnya merupakan anemia gizi. Jenis anemia gizi yang paling umum pada ibu hamil adalah: anemia defisiensi besi, anemia megaloblastik akibat kekurangan asam folat dan/atau vitamin B12. Tes perlu dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab kondisi ini, dan pengobatan harus disesuaikan dengan penyebabnya. Untuk wanita hamil dengan anemia sedang, pola makan mereka harus diperbaiki dengan mengonsumsi lebih banyak makanan kaya zat besi, seperti daging tanpa lemak, jeroan hewan, dan sayuran berdaun hijau. Pada saat yang sama, makan lebih banyak makanan yang meningkatkan penyerapan zat besi, seperti vitamin C yang terkandung dalam buah-buahan dan sayuran dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi dalam usus. Selain itu, asam folat adalah zat yang sangat diperlukan untuk produksi darah, sehingga wanita hamil yang anemia harus makan lebih banyak makanan yang kaya akan asam folat, seperti buah-buahan dan kacang-kacangan. Semua obat di atas harus digunakan di bawah bimbingan dokter, hindari pengobatan sendiri. Jika ada rasa tidak nyaman, disarankan untuk pergi ke rumah sakit tepat waktu.