Apa yang menyebabkan emfisema?

Menurut Patologi, disfungsi ventilasi obstruktif, penurunan elastisitas jaringan paru, penurunan kadar alfa1-antitripsin, dan merokok adalah penyebab utama perkembangan emfisema. 1. Disfungsi ventilasi obstruktif: emfisema sering kali merupakan akibat sekunder dari penyakit paru obstruktif lainnya, dan bronkitis kronis adalah yang paling umum. Karena timbulnya bronkitis kronis menyebabkan penyempitan saluran bronkial, aliran keluar gas terhambat, yang menyebabkan peningkatan jumlah gas residu di jaringan paru-paru akhir, yang mengakibatkan pembentukan dan timbulnya emfisema. 2. Berkurangnya elastisitas jaringan paru akhir: Serat elastis pada jaringan paru akhir, jika rusak dalam jumlah besar, akan menyebabkan melemahnya kekuatan retraksi elastis jaringan ini, dan oleh karena itu juga dapat menyebabkan emfisema. 3. Penurunan kadar α1-antitripsin: α1-antitripsin sendiri secara luas terdapat dalam jaringan dan cairan di dalam tubuh, tetapi ketika terjadi peradangan, α1-antitripsin akan kehilangan aktivitasnya, yang mengakibatkan kerusakan jaringan paru-paru, yang juga dapat menyebabkan emfisema. 4. Merokok: Merokok juga dapat menyebabkan kerusakan struktur jaringan paru-paru, yang berkontribusi pada pembentukan emfisema. Selain itu, emfisema berkaitan erat dengan polusi atmosfer, polusi saluran napas kecil dan pneumokoniosis, sedangkan emfisema parah jangka panjang dapat menyebabkan gagal napas kronis, infeksi paru-paru akut, penyakit jantung paru kronis dan komplikasi lainnya muncul. Oleh karena itu, setiap orang harus menyadari penyebab emfisema dan mengambil peran aktif dalam pencegahan dan pengobatan penyakit ini.