Apa yang harus dilakukan jika anak Anda menderita asma

  Apa itu asma? Apakah anak saya menderita asma? Jika anak saya menderita asma, apakah ia akan menularkannya kepada anak-anak lain? Apakah asma anak saya akan hilang saat ia tumbuh dewasa? Dapatkah anak saya berhenti minum obat setelah gejalanya membaik? Ketika seorang anak didiagnosis menderita asma, orang tua sering kali memiliki pertanyaan yang bermacam-macam.  Banyak orang memiliki gagasan yang sudah terbentuk sebelumnya tentang asma dari media atau acara TV, beberapa di antaranya benar dan beberapa di antaranya tidak benar. Dalam artikel ini, saya akan menjernihkan keraguan yang mungkin dimiliki para orang tua tentang asma.  I. Definisi asma Dalam istilah medis, asma dapat didefinisikan sebagai episode berulang dari obstruksi saluran napas akut, yang mengakibatkan peningkatan lendir dan pembengkakan saluran napas. Dengan kata lain, ini adalah penyakit yang kemungkinan besar akan kambuh jika tidak dikendalikan secara efektif. Asma menyebabkan tabung bronkial di dalam paru-paru, yang bertanggung jawab untuk ventilasi, menjadi kecil dan kemudian tersumbat oleh mukosa saluran napas yang bengkak dan dahak. Tiga tanda asma adalah: penyempitan saluran udara, oedema saluran udara (pembengkakan) dan lendir saluran udara (dahak).  II. Penyebab asma Patogenesis asma tidak jelas dan ada banyak teori dan kemungkinan penjelasan. Apa yang kita ketahui adalah bahwa asma terkait erat dengan genetika (terkait dengan 15 gen). Oleh karena itu, genetika merupakan faktor dalam perkembangan asma, dan anak-anak yang memiliki riwayat asma dalam keluarga memiliki risiko yang relatif tinggi terkena asma. Faktor risiko lainnya adalah infeksi lingkungan dan virus. Beberapa studi epidemiologi telah menggambarkan hubungan antara polusi udara dan peningkatan insiden asma. Respiratory syncytial virus (RSV) juga telah terbukti terkait dengan peningkatan sensitivitas saluran napas dan perkembangan asma (25% anak yang terinfeksi RSV mengalami asma).  III. Apakah asma itu umum?  Prevalensi asma meningkat setiap tahun. Laporan menunjukkan bahwa 5% anak-anak menderita asma, dan angka ini meningkat dari tahun ke tahun. Banyak anak yang menderita asma sebelum usia 6 tahun dan untungnya hanya sebagian kecil dari anak-anak ini yang akan terus menderita asma di masa dewasa. Memiliki alergi lain (misalnya alergi makanan, rinitis alergi, dermatitis atopik) meningkatkan risiko asma bertahan hingga dewasa.  4. Bagaimana saya bisa mengetahui apakah anak saya menderita asma?  Anak-anak dengan asma muncul terutama dengan gejala pernapasan seperti sesak napas, kesulitan bernapas, sering batuk (terutama di malam hari), toleransi olahraga yang buruk, dan episode sesak napas dan pneumonia yang berulang. Jika salah satu dari gejala-gejala ini terjadi, segera cari pertolongan medis. Memiliki riwayat asma dalam keluarga, memiliki penyakit alergi lainnya, memiliki hewan peliharaan di rumah, atau tinggal di lingkungan yang sangat tercemar dapat meningkatkan peluang anak Anda untuk mengembangkan gejala asma.  V. Bagaimana seharusnya anak saya dirawat jika ia menderita asma?  Ada tiga jenis obat utama yang digunakan untuk mengobati asma: yang pertama adalah bronkodilator yang melemaskan saluran udara, dengan salbutamol sebagai bahan utamanya. Kelompok obat kedua ditujukan untuk mengurangi peradangan dan sekresi lendir di saluran udara, biasanya steroid, dan diberikan melalui inhalasi, secara oral atau intravena. Kelompok obat ketiga terutama untuk reaksi alergi. Obat-obatan ini tidak mengobati gejala akut asma (seperti sesak napas dan sesak napas). Obat-obatan ini menstabilkan sel-sel dalam tubuh kita yang melepaskan bahan kimia yang memicu gejala asma dan tidak menghasilkan bahan kimia yang dapat menyebabkan alergi, sehingga mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan gejala asma.  Apa yang akan terjadi di masa depan?  Ada banyak obat yang dapat secara efektif mengendalikan asma, dan kepatuhan yang ketat terhadap rencana perawatan dan pemantauan fungsi paru-paru dapat membantu anak Anda menjalani kehidupan yang bahagia dan diperkaya. Asma tidak berarti bahwa seorang anak harus berhenti berolahraga, karena banyak atlet kelas dunia yang menderita asma. Juara renang Amerika Janet Evans adalah seorang penderita asma. Evans adalah seorang penderita asma, tetapi itu tidak menghentikannya untuk memenangkan empat medali emas Olimpiade dan tiga Kejuaraan Dunia. Jadi jangan melarang anak Anda karena asma, pendekatan yang masuk akal untuk berolahraga akan bermanfaat bagi tubuh Anda dan memperbaiki asma Anda.