Perubahan gelombang-T terutama diklasifikasikan ke dalam gelombang-T rendah, gelombang-T tajam tinggi, dan inversi gelombang-T. 1. Gelombang T rendah: terutama saat melakukan pemeriksaan EKG, terdapat gelombang T rendah, yang berarti bentuk gelombang T rendah dan datar, dan mungkin lebih rendah dari garis horizontal. Hal ini dapat dilihat pada hipokalaemia, iskemia miokard, dan sebagainya. 2. Gelombang T hiperakut: Saat melakukan EKG, terdapat gelombang T hiperakut, yaitu gelombang T yang menjulang tinggi, seperti menara sinyal, dengan area yang luas di bagian bawah, dan semakin tinggi area tersebut, semakin kecil area tersebut, dan akhirnya akan membentuk perubahan seperti ujung menara. Hal ini terlihat pada hiperkalaemia, sindrom repolarisasi dini dan sebagainya. 3. Inversi gelombang-T: Inversi gelombang-T terutama muncul pada EKG, yaitu arah gelombang-T berlawanan dengan arah gelombang-T pada EKG normal. Hal ini dapat dilihat pada angina pektoris, infark miokard, kardiomiopati, dan sebagainya. Dianjurkan untuk pergi ke bagian kardiologi rumah sakit tepat waktu untuk mendapatkan diagnosis yang jelas dan perawatan tepat waktu untuk setiap kelainan EKG.