Strabismus bisa berdampak serius pada perkembangan visual normal anak selama periode kritis penglihatan dan perkembangan binokular ini. Yang pertama adalah dampaknya terhadap perkembangan visual. Apabila salah satu mata berada dalam posisi strabismik, hal ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan seperti penglihatan ganda atau penglihatan yang membingungkan, dan otak akan secara aktif menghambat mata strabismik untuk mencapai penglihatan 0,1 atau bahkan lebih rendah. Seiring waktu, pada anak-anak dengan strabismus monokular, perkembangan mata strabismik terpengaruh dan ambliopi berkembang. Pengobatan ambliopi jenis ini lebih sulit dan dalam beberapa kasus tidak sepenuhnya dapat disembuhkan. Yang kedua adalah efek pada perkembangan penglihatan binokular. Penglihatan binokular normal adalah fungsi visual tingkat lanjut di mana kedua mata melihat sesuatu secara bersamaan untuk membentuk rasa tiga dimensi. Ini adalah dasar bagi kemampuan anak untuk melakukan tugas-tugas yang halus dan kompleks di masa depan. Penglihatan binokular perlu dikembangkan dan disempurnakan dalam lingkungan visual yang normal. Semakin dini timbulnya strabismus, semakin besar dampaknya pada penglihatan binokular, dan periode kritis perkembangan penglihatan binokular sebelum usia 6 tahun adalah waktu terbaik untuk menjalani operasi atau lensa trigeminal kompresi untuk memperbaiki strabismus.