Apa yang menyebabkan skizofrenia

  Skizofrenia berkembang semakin pesat di negara ini, dan jumlah penderita skizofrenia di negara ini telah melebihi puluhan juta, menjadikannya negara terkemuka di dunia untuk skizofrenia. Otoritas nasional telah mengambil langkah-langkah pengendalian yang tepat, tetapi tidak ada hasil yang signifikan yang terlihat. Para ahli mengingatkan orang-orang untuk memperhatikan skizofrenia, mempelajari lebih lanjut tentang skizofrenia dalam kehidupan mereka, dan melakukan yang terbaik untuk mencegah skizofrenia terlebih dahulu dan menjauhi bahaya skizofrenia!  Apa penyebab episode skizofrenia yang terkait?  1. Genetika: Ada lebih banyak bukti bahwa penyebab skizofrenia terkait dengan genetika. Semakin dekat garis keturunannya, semakin tinggi potensi tingkat kejadiannya.  2. Faktor fisik: Etiologi skizofrenia sangat terkait dengan tipe fisik dan neurologis. Skizofrenia ditemukan lebih sering terjadi pada tipe introvert, lemah dan tidak seimbang atau tipe lemah + artistik, atau tipe panjang dan ramping, yang dikenal sebagai temperamen skizofrenia.  3, stimulasi mental: Apa peran peristiwa kehidupan yang merangsang dalam timbulnya penyakit? Beberapa ahli percaya bahwa peristiwa kehidupan yang merangsang memicu gejala pada orang dengan kualitas penyakit psikotik dan membuatnya tampak lebih eksplisit, yang juga merupakan salah satu penyebab skizofrenia.  4. Faktor lingkungan: Sejumlah faktor lingkungan, yang sering terjadi di awal kehidupan, tampaknya meningkatkan risiko pengembangan psikosis. Faktor etiologi skizofrenia ini termasuk malnutrisi ibu yang parah, infeksi virus selama kehamilan dan cedera otak perinatal. Selain itu, presentasi klinis remaja yang tertunda lebih lanjut berfokus pada peran perkembangan saraf dan plastisitas sinapsis yang rusak. Dengan demikian, timbulnya psikosis dikaitkan dengan interaksi yang kompleks antara pengaruh genetik dan faktor risiko lingkungan yang mendominasi proses pematangan otak.  5. Penyebab fisiologis: Hipotesis dopamin, adalah hipotesis yang paling banyak diterima untuk etiologi skizofrenia. Efek obat antipsikotik pada saraf dopamin (DA) mampu memperbaiki gejala psikotik yang mendukung hipotesis ini.