Pendarahan otak, juga dikenal sebagai pendarahan otak, mengacu pada pecahnya pembuluh darah di otak secara tiba-tiba, yang dengan cepat membentuk hematoma lokal, meremas jaringan otak di sekitarnya dan menghasilkan gejala atau tanda klinis yang sesuai. Dengan memahami penyebab dan pemicu pendarahan otak, memperhatikan modifikasi gaya hidup, mengobati penyakit yang mendasari dan mengambil tindakan pencegahan, kejadian dan tingkat kekambuhan dapat dikurangi. Penyebab pendarahan otak Penyebab pendarahan otak secara garis besar dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu yang berhubungan dengan hipertensi dan yang disebabkan oleh non-hipertensi. Perdarahan otak non-hipertensi umumnya disebabkan oleh aterosklerosis serebral, aneurisma serebral kongenital, malformasi arteriovenosa, penyakit hematologi, amiloidosis serebral, arteritis serebral, trombosis sinus dural, aneurisma jebakan, stroke tumor, perdarahan otak pasca infark, obat-obatan (misalnya antikoagulasi dan agen trombolitik), trauma dan keracunan. Faktor pemicu pendarahan otak Kebanyakan penderita pendarahan otak mendadak memiliki hipertensi, aterosklerosis otak dan penyakit lainnya, dan faktor pemicunya adalah: 1. Stimulasi mental: karena kegembiraan yang berlebihan, kegembiraan sistem saraf simpatik, adrenalin meningkat, detak jantung bertambah cepat, pembuluh darah berkontraksi dengan tajam, memicu pecahnya pembuluh darah. 2, kelelahan: karena tugas yang terlalu terbebani, ketegangan mental yang ekstrim atau perjalanan jarak jauh dan kelelahan yang berlebihan, mudah menyebabkan pendarahan otak. 3, kebiasaan buruk: seperti penyalahgunaan alkohol, makan berlebihan, mandi setelah makan kenyang, dll. 4, perubahan iklim: mempengaruhi metabolisme normal neuroendokrin manusia, kemudian viskositas darah, fibrin plasma, adrenalin meningkat, kontraksi spasmodik kapiler dan peningkatan kerapuhan, tekanan darah meningkat, mengakibatkan pembuluh darah pecah. Langkah-langkah pencegahan 1. Menstabilkan tekanan darah: Kontrol tekanan darah adalah kuncinya, kepatuhan jangka panjang terhadap obat antihipertensi, jika Anda dapat mengontrol tekanan darah dalam 140/90 mm Hg, secara signifikan dapat mengurangi terjadinya stroke (stroke). Pasien dengan diabetes dan penyakit ginjal harus bertujuan untuk menurunkan tekanan darah mereka, sebaiknya sampai 130/80 mmHg. 2. Mengatur emosi: Mengatur emosi, menghindari perubahan suasana hati dan memperhatikan kebersihan psiko-spiritual. 3, berhenti merokok dan alkohol: merokok dapat mempercepat perkembangan aterosklerosis, dan minum alkohol berat dalam jangka panjang juga dapat berkontribusi pada aterosklerosis, atau bahkan pecahnya pembuluh darah. 4, mengatur pola makan: rendah gula, rendah garam, rendah lemak, diet tinggi serat, diet tinggi protein, kurangi kolesterol dan makanan yang digoreng, lebih banyak ikan, produk kedelai, sayuran dan buah-buahan, hindari minum teh dan kopi yang kuat, hindari makan berlebihan, jangan berlebihan dalam makan malam. 5, hindari ketegangan: perhatikan kombinasi kerja dan istirahat, pengaturan kerja yang wajar, untuk memastikan tidur yang cukup, hindari terlalu banyak bekerja dan terlalu lelah. 6.Mencegah sembelit: makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan, menjaga usus tetap terbuka, dan jika perlu, berikan daun gabus dan senna terbuka untuk pencahar. 7. Perhatikan aura: aura pendarahan otak seperti sakit kepala parah, pusing dan pingsan tanpa sebab apapun. Dalam beberapa kasus, mati rasa tiba-tiba, kelemahan atau kehilangan penglihatan sesaat, dan kesulitan dalam komunikasi verbal, dll. harus segera ditangani oleh dokter.