Gejala sisa utama pendarahan otak adalah gangguan motorik, gangguan bicara dan gangguan kognitif. Sebagian pasien mungkin mengalami kesulitan menelan atau tersedak akibat lesi yang berulang. Gejala sisa pendarahan otak bisa bervariasi dalam tingkat keparahannya. Setelah hematoma diserap, sebagian besar pasien akan mengalami penurunan gejala yang signifikan. Namun, ada banyak kasus yang mengancam jiwa di klinik. Jika pasien tidak meninggal, pasien pendarahan kemungkinan akan mengalami hemiplegia, afasia, kesulitan menelan, tersedak dan batuk, atau menderita kelainan seperti berkurangnya kemampuan untuk menghitung atau mengingat, atau bahkan keadaan vegetatif. Fase akut perdarahan otak terutama digunakan untuk menstabilkan tanda-tanda vital pasien dan mengendalikan perkembangan lebih lanjut dari perdarahan intrakranial. Masa pemulihan juga sangat krusial, dengan rehabilitasi menjadi andalan utama pengobatan. Tentu saja, rehabilitasi hanya boleh dipertimbangkan apabila tanda-tanda vital pasien stabil, kondisinya tidak lagi mengalami kemajuan dan pasien berada dalam kondisi mental yang baik.