1, pasien asma dilarang menggunakan obat hati-hati A, beta-blocker: obat yang representatif adalah insulin, propafenone, pasien dengan hipertensi, penyakit jantung koroner, penghambat saluran kalsium dan alpha-blocker dapat digunakan sebagai pengganti beta-blocker. B. Aspirin: 3-5% pasien asma yang mengonsumsi aspirin mengalami eksaserbasi kondisi mereka atau bahkan keadaan asma yang persisten, sehingga pasien asma harus menggunakan berbagai obat dan makanan yang mengandung aspirin dengan hati-hati. C. Obat penenang: Bagi pasien dengan asma yang parah, hal ini dapat menyebabkan eksaserbasi dan bahkan kematian. D. Penghambat enzim pengubah angiotensin: obat yang representatif termasuk kaptopril dan enalapril, dll. Sekitar 10% dari mereka yang mengkonsumsinya dapat mengalami batuk kering. Meskipun pasien asma tidak lebih mungkin mengalami batuk kering setelah mengkonsumsinya dibandingkan dengan orang lain, mereka harus mencoba untuk menghindari memperparah kondisi mereka setelah mengkonsumsinya. E. Lainnya: seperti penisilin, agen kontras yodium, histamin, sediaan protein, dll. 2, pakaian, makanan, perumahan dan transportasi pasien asma A, pakaian: sebaiknya tidak memakai pakaian katun bulu angsa dan sutra di musim dingin, karena beberapa pasien alergi terhadap alergen pada bulu binatang dan sutra. B. Makanan: Pasien biasanya harus memperhatikan apakah serangan asma mereka terkait dengan makanan tertentu seperti ikan, udang, kepiting, telur unggas, susu, kacang mete, biji wijen, buah persik dan beberapa bahan tambahan makanan. C. Perumahan: Jangan menyimpan bunga, tutup pintu dan jendela selama musim dengan jumlah serbuk sari tertinggi, dan yang terbaik adalah tidak keluar rumah di siang hari dan sore hari; D. Berjalan: Cobalah untuk tidak keluar rumah ketika cuaca dingin atau suhu berubah-ubah, dan hindari olahraga berat. 3. Jangan menggunakan karpet untuk mengurangi inhalasi tungau debu, dan cuci bed cover, seprai, sarung bantal dan pakaian dengan air panas seminggu sekali; 4. Jangan memelihara hewan bersuhu konstan, seperti kucing, anjing dan burung, dan hindari penggunaan selimut bulu bebek dan selimut sutra; 5. Jaga ruangan tetap kering dan kelembaban di bawah 50%, dan bersihkan kamar mandi, dapur dan ruang bawah tanah secara teratur untuk mengurangi inhalasi jamur; 6. Jangan merokok, cegah anggota keluarga dan tamu merokok di dalam rumah, dan hindari Gunakan kompor parafin di dalam ruangan; 7, kurangi rangsangan berbagai gas yang mengiritasi, jangan masuk ke ruangan yang sedang dan baru saja dicat, dicat dan dihias, hindari penggunaan parfum, hairspray, dll., hindari asap minyak, lysol, nyamuk dan bensin; 8, untuk membunuh kecoa.