Hubungan antara strabismus dan peran agregasi regulasi

  Strabismus adalah suatu kondisi di mana mata tidak diposisikan dengan benar dan kedua mata tidak dapat melihat target pada saat yang bersamaan.  Strabismus disebabkan oleh perkembangan abnormal otot ekstraokular, yang mengakibatkan ketidakseimbangan antara kekuatan pengatur dan konvergen, serta fungsi fusi sentral yang tidak sempurna, menyebabkan mata menyebar atau menyatu di luar kendali.  Peran regulasi dan agregasi merupakan faktor penting dalam perkembangan strabismus. Dalam keadaan normal, apabila kedua mata melihat benda yang jauh, lensa kedua mata diratakan, sumbu visual kedua mata sejajar dan maju ke depan, dan objek dicitrakan pada retina. Pada titik ini tidak ada akomodasi, dan tidak ada penyatuan sumbu visual mata secara paralel. Namun demikian, apabila melihat target dekat, agar objek terfokus pada retina untuk membentuk gambar yang jernih, lensa kedua mata harus meningkatkan kecembungan dan daya biasnya dengan cara mengontraksikan otot siliaris, sementara mata menoleh ke dalam untuk menjaga agar kedua mata tetap melihat pada target yang sama.  Dengan cara ini, anak-anak dengan hipermetropi perlu mengerahkan tingkat akomodasi yang lebih tinggi daripada yang normal untuk melihat benda-benda dengan jelas, dan pada saat yang sama menghasilkan penyatuan yang berlebihan, yang dari waktu ke waktu menghasilkan kemiringan ke dalam mata yang terkena, membentuk strabismus internal. Sebaliknya, anak-anak dengan miopi cenderung tidak perlu menyesuaikan mata mereka, mengakibatkan kurangnya akomodasi dan mata yang condong ke luar secara bertahap untuk membentuk eksotropia.  Pada bayi dan balita, mata lebih cenderung memiliki konsentrasi yang kuat, sehingga menghasilkan strabismus internal, sedangkan pada orang dewasa, konsentrasinya melemah, sehingga menghasilkan eksotropia. Mayoritas strabismus vertikal disertai dengan strabismus horizontal, yang biasanya disebabkan oleh kelumpuhan ringan otot vertikal, atau oleh kelainan anatomi otot vertikal dalam beberapa kasus.  Strabismus tidak hanya memengaruhi penglihatan pasien, tetapi juga secara serius memengaruhi citra pasien, dan bahkan bisa menjadi pukulan serius bagi kepercayaan diri pasien. Hal yang paling penting dalam mengobati strabismus adalah menemukan penyebab yang tepat dan menerima pengobatan tepat waktu.