Kegagalan pernapasan disebut gagal napas jika tekanan parsial oksigen kurang dari 60 mmHg saat istirahat tanpa oksigen. Jika disertai dengan tekanan parsial karbon dioksida yang lebih besar dari 50 mmHg, maka disebut gagal napas tipe II. Perbedaan antara gagal napas tipe 1 dan tipe 2 adalah gagal napas tipe 1 hanya memiliki tekanan parsial oksigen kurang dari 60 mmHg dan tekanan parsial karbondioksida normal. Gagal napas tipe 1 lebih sering terjadi pada pasien dengan edema paru akut dan ARDS (sindrom gangguan pernapasan akut), sedangkan gagal napas tipe 2 lebih sering terjadi pada pasien dengan penyakit bronkus kronis, emfisema, dan penyakit jantung paru. Perawatannya juga berbeda, dengan inhalasi oksigen aliran tinggi yang direkomendasikan untuk gagal napas tipe 1 dan inhalasi oksigen aliran rendah yang direkomendasikan untuk gagal napas tipe 2.