Tubuh yang benar untuk mencegah kanker

Dalam Kitab Klasik Pengobatan Penyakit Dalam Kaisar Kuning, Tulisan Terakhir Su Wen – Risalah tentang Metode Menyodorkan, ada pepatah yang mengatakan bahwa “ketika kebenaran ada di dalam tubuh, kejahatan tidak dapat diganggu”: hanya jika tubuh manusia kuat dan sehat, maka ia akan terbebas dari penyakit. Istilah “kebenaran” mengacu pada kemampuan untuk menjaga kesehatan organisme manusia serta kemampuannya untuk beradaptasi dengan lingkungan eksternal, melawan penyakit dan pulih. “Kejahatan” mengacu pada faktor penyebab penyakit. Terjadinya tumor dapat diringkas dalam aspek-aspek berikut: di bawah efek jangka panjang dari faktor internal seperti keturunan, disfungsi endokrin atau kekebalan tubuh, ketidakseimbangan nutrisi, tekanan mental dan psikologis, dll., Dan faktor eksternal seperti faktor fisik, kimia dan biologis, dll., Pertumbuhan berlebih dan proliferasi abnormal yang tidak sesuai dengan pola pertumbuhan normal terjadi. Keberadaan qi positif memungkinkan tubuh untuk melawan berbagai faktor di dalam dan di luar tubuh dan mencegah terjadinya tumor. Ketika qi positif ada di dalam tubuh, maka tubuh menjadi sehat. Menurut standar kesehatan yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia, seseorang dapat dengan mudah menilai apakah qi positifnya cukup atau tidak: (1) Penuh energi, mampu mengatasi tekanan kehidupan sehari-hari dan pekerjaan tanpa ketegangan dan kelelahan yang berlebihan. (2) Optimis, bersikap positif, mau bertanggung jawab, tidak cerewet dalam segala hal, dan efisien dalam bekerja. (3) Pandai beristirahat dan tidur nyenyak. (4) Ulet dan mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan lingkungan. (5) Tahan terhadap penyakit, mampu melawan flu dan penyakit menular. (6) Berat badan yang tepat, perawakan yang rata, dan posisi kepala, bahu, dan lengan yang terkoordinasi saat berdiri. (7) Mata yang cerah dan responsif dengan kelopak mata yang tidak meradang. (8) Gigi bersih, bebas dari gigi berlubang, karies, dan nyeri; gusi berwarna normal dan tidak berdarah. (9) Rambut berkilau, tidak berketombe. (10) Otot dan kulit elastis, berjalan dengan mudah dan kuat. Jadi bagaimana cara meningkatkan qi positif? 1 . Nutrisi: pola makan dan gizi hidup harus seimbang, tidak hanya makan berbagai biji-bijian dan biji-bijian kasar, tetapi juga makan buah-buahan dan sayuran segar dalam jumlah sedang, serat sayuran dan buah-buahan dalam jumlah yang cukup, dapat mencegah kanker kolorektal, dapat mengurangi timbulnya berbagai jenis kanker, seperti kanker ginjal, kanker payudara, kanker kerongkongan, dan sebagainya. 2 . Olahraga: Lakukan olahraga aerobik dalam jumlah yang aman dan moderat, berjalan kaki selama 1 jam sehari dapat mengurangi risiko kanker kolorektal hingga setengahnya. Berjalan kaki selama 30 menit setelah makan dapat mengurangi risiko kanker pankreas hingga setengahnya. 3 . Hidrasi: Minum air putih yang cukup dan bersih setiap hari, dan gunakan air panas dan air dingin untuk mengatur ketidaknyamanan tubuh. 4 . Sinar matahari: Berolahraga di luar ruangan lebih sering dan menerima sinar matahari alami, tentu saja, untuk mencegah paparan sinar matahari. 5, moderasi: moderasi keinginan dan kebiasaan buruk. Seperti minum alkohol dalam jumlah sedang, karena alkohol menghambat produksi sel B antibodi, meningkatkan kemungkinan infeksi bakteri. Mabuk sama dengan hepatitis. Orang dewasa tidak boleh mengonsumsi lebih dari 25 gram alkohol sehari, setara dengan 38 derajat anggur putih tidak boleh lebih dari dua. 6, udara: lebih kepada sifat menghirup udara segar, sejauh mungkin jauh dari lingkungan perokok pasif. Selain itu, merokok tidak hanya terkait dengan kanker paru-paru, juga membuat orang lebih rentan terhadap kanker perut, kanker kolorektal, kanker serviks, kanker payudara, dan kanker lainnya. 7 . Istirahat: Kita harus menggabungkan pekerjaan dan istirahat dalam hidup kita, dan mempertahankan kebiasaan istirahat yang baik dan tidur yang teratur. Sering mengurangi waktu tidur akan membuat tubuh menghasilkan penurunan tajam dalam jumlah sel kekebalan tubuh. Begadang dalam waktu yang lama akan menyebabkan ketidakseimbangan fungsi kekebalan tubuh dan memicu limfoma. 8, suasana hati: memiliki suasana hati yang baik, adalah kunci untuk mencegah kanker. Jika seorang wanita suka merajuk, hal itu dapat menyebabkan gangguan endokrin, mengakibatkan hormon estrogen tinggi dan hormon luteinising tidak mencukupi, yang menyebabkan terjadinya penyakit payudara. Kedua, jika seorang wanita berada di bawah tekanan berat dalam waktu yang lama, fungsi kekebalan tubuhnya akan sangat berkurang, yang akan menyebabkan proliferasi jaringan limfatik yang tidak terbatas dan meningkatkan risiko kanker.