Gejala kanker kolorektum yang paling umum 1. Tinja tiba-tiba menjadi sangat encer; 2. Terdapat darah pada tinja; 3. Konstipasi, diare, atau perasaan tidak dapat buang air besar dengan bersih secara tiba-tiba; 4. Kembung secara tiba-tiba, perut terasa penuh, atau kram; 5. Penurunan berat badan secara drastis tanpa disertai dengan penurunan berat badan, kelelahan, dan kekurangan energi. Siapa saja orang yang berisiko? Pertama, orang lanjut usia. lebih dari 90 persen kanker kolorektal diidap oleh orang berusia di atas 50 tahun. Kedua, orang dengan riwayat polip usus atau kanker kolorektum. Ketiga, orang yang pernah menderita penyakit radang usus. Misalnya, orang yang pernah menderita kolitis ulserativa, atau penyakit Crohn. Keempat, orang yang memiliki dua kelainan genetik dalam keluarga: poliposis adenomatosa familial dan kanker kolorektal non-poliposis turunan. Kelima, orang-orang yang anggota keluarganya pernah menderita kanker kolorektal atau polip usus besar. Selain itu, beberapa gaya hidup yang buruk seperti merokok, minum minuman keras dan kurang berolahraga dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal. Dan proporsi daging merah (babi, sapi, domba, dll.) yang terlalu tinggi dalam makanan, terlalu banyak konsumsi daging olahan (ham, daging makan siang, dll.), atau terlalu sedikit serat makanan juga terkait erat dengan perkembangan kanker kolorektal.