Nyeri adalah pengalaman sensorik dan emosional somatik yang tidak menyenangkan yang terkait dengan kerusakan jaringan atau dengan potensi kerusakan jaringan. Meskipun semua orang tidak menyukai rasa sakit, rasa sakit merupakan bagian integral dari pengalaman sensorik manusia yang normal. Suka atau tidak suka, rasa sakit memainkan peran yang sangat penting dalam hidup kita. Tanpa rasa sakit, kita tidak akan tahu untuk menghindari bahaya, dan beberapa orang bahkan akan mengambil jalan yang tidak mungkin kembali untuk melukai diri mereka sendiri. Rasa sakit, seperti halnya demam, adalah tanda peringatan bahwa kita sedang ‘sakit’. Ketika kita tertusuk jarum suntik di jari kita atau mengalami cedera jaringan lokal atau reaksi inflamasi, tubuh kita merespons cedera tersebut dengan memicu serangkaian respons pertahanan untuk melindungi tubuh dari bahaya. Sebagai contoh, trauma akut, nyeri perut akut, nyeri dada akut, nyeri inflamasi, dan jenis nyeri lainnya mengindikasikan bahwa tubuh telah mengalami kerusakan jaringan dan memerlukan perhatian medis segera. Namun, jika rasa sakit itu berulang atau terus-menerus, dan berkembang dari akut ke kronis, rasa sakit itu kehilangan signifikansinya sebagai tanda peringatan dan menjadi penyakit itu sendiri. Misalnya, sakit kepala berulang, nyeri leher, bahu, punggung dan kaki, nyeri tulang dan sendi, neuralgia pasca herpes, neuralgia trigeminal, nyeri rematik dan imunologis, nyeri kanker, dll., Tidak hanya membawa rasa sakit fisik dan mental pada tubuh, tetapi juga secara serius memengaruhi kehidupan normal, belajar, dan pekerjaan orang. Dalam hal durasi nyeri, ada nyeri akut, nyeri sub-akut, dan nyeri kronis. Nyeri dalam waktu 1 bulan adalah nyeri akut, nyeri lebih dari 3 bulan adalah nyeri kronis, dan nyeri di antaranya adalah nyeri sub-akut.