Bagaimana dermatitis cacing tambang didiagnosis secara klinis?

  Diagnosis dermatitis cacing tambang dapat didasarkan pada riwayat medis pasien dan gejala klinis. Di daerah endemis, kontak tangan dan kaki telanjang dengan tanah pertanian dan riwayat ruam larva yang khas pada dasarnya dapat mengkonfirmasi diagnosis, sementara gejala klinis pasien dengan dermatitis larva juga memberikan dasar untuk diagnosis awal.  Diagnosis klinis: Kerusakan kulit: Ketika larva menyerang kulit, terdapat ruam gatal dan papula yang menonjol atau herpes kecil. Infeksi sekunder dapat terjadi akibat garukan, dan kelenjar getah bening lokal dapat membesar. Dermatitis larva berkait paling sering terlihat pada area kulit tipis seperti jari kaki dan jari tangan yang bersentuhan dengan tanah, tetapi juga pada punggung tangan dan kaki.  Gejala pernapasan: Ketika larva pengait bermigrasi ke paru-paru dan menembus mikrovaskulatur ke dalam alveoli, larva dapat menyebabkan perdarahan lokal dan lesi inflamasi. Penderita dapat mengalami batuk, darah dalam dahak, dan sering disertai dengan menggigil, demam dan gejala sistemik lainnya. Pada kasus yang parah, batuk kering yang terus-menerus dan asma mungkin ada. Jika sejumlah besar larva terinfeksi sekaligus, ada risiko asma cacing tambang fulminan.  Kerusakan visceral: Ketika larva menyerang aliran darah dan bermigrasi ke seluruh tubuh, dapat menyebabkan migrasi peristaltik dan eosinofilia.