Hemangioma spongiform, juga dikenal sebagai malformasi vaskular spongiform, adalah tumor cacat pembuluh darah yang terdefinisi dengan baik. Tumor ini terdiri dari luminae vaskular sinusoidal yang tebal dan tidak beraturan, tanpa arteri penyuplai darah yang tebal atau vena yang menguras, dan aliran darah melalui pembuluh darah ini lambat. Hemangioma spons dapat terjadi di mana saja di sistem saraf pusat. Penyakit ini terjadi pada 0,4% populasi, dengan 18,7% pasien memiliki banyak lesi. Gejala: Gejala berupa kejang, sakit kepala, perdarahan atau penekanan pada jaringan otak di sekitarnya, yang disebut efek okupasi. Efek pendudukan dapat menyebabkan defisit neurologis yang progresif, termasuk mati rasa dan kelemahan, gangguan penglihatan atau gangguan bicara. Sekitar 11% lesi tidak menunjukkan gejala. Diagnosis: Magnetic Resonance Imaging (MRI) adalah tes yang paling sensitif untuk mengidentifikasi lesi hemangioma kavernosum. Pemindaian MRI dapat menunjukkan endapan hematoksilin yang mengandung zat besi pada hemangioma kavernosum itu sendiri serta di sekitar hemangioma kavernosum yang baru atau yang sudah lama. Lesi ini tidak terlihat pada angiografi otak. Pengobatan: Pengobatan dipertimbangkan secara individual. Tergantung pada gejala dan situasi spesifik Anda. Pilihan pengobatan: 1. Lesi yang terdeteksi secara tidak sengaja: Hemangioma kavernosa yang terdeteksi secara tidak sengaja dan tidak bergejala dapat diamati untuk sementara waktu, dengan beberapa kali pemindaian dalam jangka waktu tertentu untuk menentukan perdarahan atau pola pertumbuhan lesi. 2. Kondisi yang memerlukan pertimbangan pembedahan (indikasi pembedahan): Lesi dangkal: Disfungsi neurologis progresif Perdarahan bergejala Kejang Lesi dalam dengan perdarahan berulang dan kerusakan neurologis progresif 3. Bedah radio stereotaktik