Pasien yang telah menjalani operasi obstruksi usus dapat melakukan beberapa latihan aerobik dengan baik, seperti jogging, bersepeda, jalan cepat, yoga, dan sebagainya. Obstruksi usus biasanya mengacu pada terhalangnya perjalanan isi usus karena berbagai alasan, seperti perlengketan usus, hernia, radang usus, intususepsi, dan sebagainya yang dapat menyebabkan obstruksi usus. Pasien dapat mengalami gejala seperti sakit perut, kembung, mual dan muntah. Pasien dengan kondisi serius perlu ditangani dengan pembedahan, yang terutama meliputi pembedahan pelepasan adhesi, reseksi usus dan anastomosis usus, stoma usus, atau eksstrofi usus. Setelah operasi, jika pasien pulih dengan baik, ia dapat melakukan latihan aerobik. Latihan aerobik dapat membantu pasien meningkatkan fungsi kardiopulmoner, meningkatkan kemampuan pengiriman oksigen, mencegah pasien dari sembelit, dapat berperan positif dalam pemulihan pasien pasca operasi. Namun, perlu diperhatikan bahwa olahraga yang dilakukan tidak boleh olahraga yang berat. Jika pemulihan pasca operasi tidak baik, olahraga dini tidak dianjurkan dan diperlukan istirahat di tempat tidur. Jika ada kelainan dalam latihan setelah operasi, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter tepat waktu.