Menurut studi klinis, pengobatan radioterapi menyumbang 51% dari tumor ganas yang dapat disembuhkan, bahkan lebih banyak daripada pembedahan (49%), sehingga dapat dimengerti bahwa radioterapi adalah pengobatan yang sangat efektif untuk tumor ganas dan bukan pengobatan konservatif. Sebagai contoh, pada kasus kanker nasofaring, anatomi nasofaring menyulitkan untuk mencapai reseksi radikal lengkap dengan pembedahan, dan radioterapi lebih efektif daripada pembedahan untuk penyakit ini. Selain itu, untuk kanker paru non-sel kecil stadium awal, radioterapi stereotaktik merupakan pilihan bagi pasien dengan disfungsi kardiopulmoner yang tidak dapat mentoleransi pembedahan.