Gula darah puasa 14,5 mmol/L berada dalam kisaran tinggi dan mungkin berbahaya, dan perawatan aktif di bawah pengawasan medis dianjurkan. Secara umum, nilai normal puasa glukosa darah untuk organisme yang sehat adalah 3,9-6,1 mmol/L. Jika nilai tes puasa glukosa darah mencapai 14,5 mmol/L, berarti nilai puasa glukosa darah organisme tersebut sangat melebihi batas. Bagi mereka yang telah didiagnosis dengan diabetes, itu berarti bahwa pasien mungkin tidak memiliki kontrol diet yang baik, dan kontrol glukosa darah yang buruk dalam jangka panjang dapat menyebabkan komplikasi diabetes, seperti kaki diabetik, ketoasidosis diabetik, atau mudah terkena infeksi saluran kemih sekunder, infeksi paru-paru, infeksi kulit, dan kondisi lainnya. Bagi penderita diabetes yang tidak terdiagnosis, glukosa darah dua kali lipat dari nilai normal lebih serius. Pemeriksaan rutin saat puasa dan 2 jam setelah tiga kali makan dianjurkan untuk mengetahui fluktuasi glukosa darah. Jika tidak diperiksa, diintervensi, dan dikontrol tepat waktu, hal ini dapat merusak beberapa sistem tubuh, yang menyebabkan lesi kronis, penurunan fungsi, dan bahkan kondisi yang mengancam nyawa pada organ tubuh seperti ginjal, mata, jantung, saraf, dan pembuluh darah. Penderita diabetes yang terdiagnosis maupun yang tidak terdiagnosis harus diintervensi dan dikontrol secara dini. Sebagian besar pasien perlu mengonsumsi obat penurun glukosa, seperti tablet gliclazide extended release dan metformin. Jika pasien tidak efektif dalam mengonsumsi obat penurun glukosa, injeksi insulin dapat digunakan sebagai pengobatan alternatif. Sebagai kesimpulan, pasien disarankan untuk mengukur glukosa darah secara teratur, memperhatikan pola makan dan istirahat, rajin berolahraga untuk memperkuat daya tahan tubuh dan tidak mengonsumsi gula secara berlebihan, serta segera memeriksakan diri ke dokter jika terdeteksi kadar glukosa darah yang tidak normal.