Bagaimana cara mendiagnosis sindrom ovarium polikistik?

  Sindrom ovarium polikistik adalah kelainan endokrin ginekologi umum pada usia reproduksi, yang dapat muncul dengan gangguan menstruasi, jerawat, hirsutisme, dan USG yang menunjukkan perubahan ovarium polikistik. Diagnosis sindrom ovarium polikistik bergantung pada tiga kriteria utama: ovulasi sporadis, tanda-tanda peningkatan androgen, dan temuan ultrasonografi, serta pengecualian kondisi serupa lainnya. Investigasi yang sesuai meliputi riwayat menstruasi yang terperinci, pemeriksaan fisik (tinggi dan berat badan, adanya jerawat hirsutans dan acanthosis nigricans), tes darah untuk hormon ovarium + fungsi tiroid + androgen yang diturunkan dari adrenal + tes toleransi glukosa + tes pelepasan insulin pada hari ke 2-4 menstruasi, USG panggul pada hari ke 6-8 menstruasi, dan pemantauan ovulasi.