Akal sehat untuk hidup dengan hemofilia

  1, patuhi olahraga yang sesuai setiap hari Penderita hemofilia harus berusaha menghindari olahraga berat (kelas pendidikan jasmani dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas harus mengajukan permohonan pengecualian), namun, tidak berolahraga juga sangat berbahaya bagi penderita hemofilia, jadi utamakanlah hal ini. Ilmu pengetahuan juga menunjukkan bahwa olahraga meningkatkan level faktor pembekuan dalam tubuh. Olahraga yang paling cocok untuk penderita hemofilia adalah berenang. Selain itu, latihan intensitas kecil lainnya seperti bersepeda dan berjalan kaki, juga dapat diikuti.  2. Transfusi faktor pembekuan yang tepat waktu Jika Anda merasa sakit pada hari yang sama, Anda harus melakukan transfusi faktor pembekuan pada hari yang sama. Keuntungannya adalah, jumlah faktor pembekuan yang digunakan sedikit dan tidak menyebabkan kerusakan pada persendian seseorang seperti deformasi.  Tindakan pencegahan (1) Kembangkan kebiasaan hidup tenang sejak usia dini untuk mengurangi dan menghindari trauma dan pendarahan, dan jangan pernah memaksakan diri secara berlebihan.  (2) Makan makanan yang sehat dan teratur, jangan makan berlebihan dan jangan makan makanan pedas atau keras.  (3) Jaga kehangatan dan hindari paparan angin dan dingin dari luar.  (4) Memberikan kenyamanan mental kepada pasien dan membangun kepercayaan diri untuk mengatasi penyakitnya.  Pencegahan (1) Hindari suntikan intramuskular bila memungkinkan.  (2) Karena penyakit ini adalah penyakit keturunan, maka penting untuk mendidik pasien dan keluarganya tentang eugenika. Jika diagnosis hemofilia dikonfirmasi oleh amniosentesis prenatal, kehamilan harus dihentikan untuk mengurangi tingkat kelahiran hemofilia.  (3) Mengatur emosi dan fokus pada makanan: stimulasi mental dan perubahan suasana hati yang berlebihan dapat memicu pendarahan.  (4) Begitu pendarahan disebabkan oleh trauma atau penyebab lainnya, harus segera dibuang agar komplikasi dan gejala sisa yang ditimbulkan tidak terlalu parah.  (5) Jika diperlukan pembedahan, faktor VIII harus disebutkan sebelum pembedahan sesuai dengan kadar VIII:C plasma dan ukuran serta lokasi pembedahan untuk menggantikan efek terapeutik.  (6) Obat antikoagulan yang menghambat agregasi trombosit, seperti aspirin, botrytisine, pentoxifylline dan prostaglandin E, merupakan kontraindikasi.  Petunjuk diet Tomat, ikan, bawang merah, bawang putih, jahe, ginkgo biloba, aspirin, natrium biliverdin alginat, ekstrak ular (misalnya herbicase, antitrombin bisa ular), heparin, bicoumarin, asam salisilat, hirudin, urokinase, streptokinase, natrium sitrat, enzim fibrinolitik, pansentin, vitamin E, dioscorea mentah, chuanxiong, biji persik, safflower, dioscorea lebar, herba merah, angelica, cangkang heliotrope, yujin, liuhu, Radix Bupleurum, Radix Bupleurum, Radix Salviae Miltiorrhiza, Radix Salviae Miltiorrhiza, Radix et Rhizoma Rheum, Radix et Rhizoma Forsythiae, Radix et Rhizoma Gynostemma, Radix et Rhizoma Gynostemma. Beberapa makanan di atas, obat-obatan dan herbal barat dapat menyebabkan gangguan pendarahan, beberapa memiliki sifat antikoagulan preventif, beberapa memiliki sifat antikoagulan, dan beberapa dilarang untuk pasien dengan gangguan pendarahan, sedangkan makanan dan obat-obatan yang baik untuk pasien dengan stroke, infark miokard, dll umumnya tidak terlalu baik untuk penderita hemofilia, yang dapat dianggap sebagai ringkasan. Harap diperhatikan: Ketika memilih dan meminum obat, pasien harus selalu memberitahukan penyakitnya kepada dokter dan meminta bantuannya dalam memilih, dan ketika membeli obat sendiri dari apotek, mereka harus selalu membaca petunjuk obat.  Yunnan Baiyao, arang Phellodendron, Sophora japonica goreng, rhubarb mentah, arang Thornbush, bubuk ginseng Panax ginseng, Xianhecao, darah Anlao, VK1, VC, asam aromatik hemostatik, asam siklik hemostatik, asam 6-amino, Lithopodium (yaitu Bartolase), trombin, dll. Jika obat mengandung bahan-bahan tersebut, umumnya dapat digunakan. Selain itu, penderita hemofilia harus minum lebih banyak air jika mereka mengalami hematuria; setelah pendarahan, konsumsi lebih banyak makanan yang mengandung protein dan zat besi, kalium, natrium, kalsium dan magnesium.