Diagnosis serangan jantung dicurigai ketika nyeri punggung disertai dengan manifestasi serangan jantung, yang dapat dikonfirmasi dengan elektrokardiogram dan pemeriksaan penanda jantung.
1. Manifestasi infark: nyeri dada setelah melakukan aktivitas ringan, umumnya di daerah prekordial, atau nyeri saat istirahat atau angina pektoris nokturnal, nyeri dada dapat menjalar ke bahu kiri, punggung, dan bagian tubuh lainnya, dan tidak dapat diredakan dengan istirahat teratur dan nitrogliserin.
2. Elektrokardiogram (EKG): Sebagian besar pasien dengan serangan jantung memiliki perubahan iskemik yang khas pada EKG selama timbulnya nyeri dada, yang dimanifestasikan sebagai perubahan segmen ST sementara (meninggi atau tertekan) dan gelombang T (mendatar atau terbalik), di antaranya perubahan segmen ST yang dinamis merupakan manifestasi dari penyakit arteri koroner yang parah, yang dapat menyebabkan infark miokard akut atau kematian mendadak.
3. Pemeriksaan penanda jantung: troponin jantung lebih sensitif terhadap diagnosis cedera miokard, selain itu, enzim jantung dan isoenzimnya juga memiliki signifikansi diagnostik tertentu.
Nyeri punggung juga dapat berupa ketegangan otot, neuralgia, dan penyakit tulang belakang. Pasien harus pergi ke rumah sakit secara teratur tepat waktu untuk mendapatkan diagnosis yang jelas dan pengobatan aktif.