Dua faktor utama yang menentukan apakah strabismus harus dioperasi

  Strabismus pediatrik adalah suatu kondisi di mana kedua mata anak terlihat pada satu mata sementara mata yang lain tampak menyimpang, yaitu posisi kedua mata tidak simetris. Sebagian besar anak dengan strabismus tidak berhasil dengan baik dengan perawatan konservatif dan memerlukan pembedahan. Namun, orang tua selalu mengharapkan pengobatan konservatif untuk bekerja dan takut serta ragu-ragu tentang operasi strabismus, merisaukan apakah anak mereka harus menjalani operasi atau tidak.  Kebutuhan untuk pembedahan tergantung pada dua faktor utama: pertama, derajat posisi mata anak (derajat strabismus), dan jika derajat strabismus terlalu besar untuk dikontrol dengan perawatan konservatif seperti kacamata, maka diperlukan pembedahan; kedua, tergantung pada apakah strabismus mempengaruhi penglihatan binokular anak, terutama stereopsis. Jika pemeriksaan menunjukkan bahwa penglihatan binokular telah terpengaruh, misalnya, jika fusi kedua mata mulai rusak, pembedahan harus dilakukan sesegera mungkin. Karena penglihatan binokular normal pada dasarnya matang sebelum usia sekolah, jika anak terlalu tua, pemulihan fungsi pasca-operasi bisa sulit.  Oleh karena itu, deteksi dini dan pengobatan strabismus pediatrik sangatlah penting. Orang tua tidak boleh menunda pengobatan karena takut dioperasi. Mereka harus membawa anak-anak mereka ke rumah sakit tepat waktu agar tidak melewatkan waktu terbaik untuk operasi. Pada akhirnya, operasi strabismus bukan hanya tentang mengembalikan penampilan, tetapi yang lebih penting, mengembalikan fungsi binokular sehingga anak dapat melihat secara normal, suatu kondisi yang dikatakan benar-benar sembuh.  Ada tiga tingkat penglihatan binokular: penglihatan simultan (kemampuan untuk melihat dengan kedua mata secara bersamaan), fusi dan stereopsis.  Fusi: Ini mencakup fusi sensoris dan fusi motorik. Ketika gambar objek jatuh pada titik yang sesuai pada retina kedua mata, kedua mata hanya melihat gambar yang sedikit berbeda, fungsi fusi sensorik dapat menggabungkan dua objek menjadi satu objek lengkap; jika gambar objek tidak jatuh pada titik yang sesuai pada retina kedua mata, objek kedua mata dipisahkan, fungsi fusi motorik dapat mengatur gerakan mata melalui pusat visual, kemudian kedua objek jatuh pada titik yang sesuai pada retina, menggabungkan objek bersama-sama. Kedua objek kemudian jatuh pada titik-titik yang sesuai di retina, menyatukan keduanya.  Stereopsis: Berdasarkan fungsi fusi, objek yang dilihat oleh kedua mata memiliki gambar tiga dimensi, yang juga dapat dianggap sebagai fungsi persepsi jarak dan kedalaman objek.