Bagaimana dengan sakit kepala dan muntah?

Ada lebih banyak penyebab sakit kepala dan muntah, yang umum adalah tekanan darah tinggi, pneumonia, pendarahan otak, dll. Penyakit yang berbeda diobati dengan cara yang berbeda, sehingga disarankan agar pasien berkonsultasi dengan dokter tepat waktu untuk mendapatkan diagnosis yang jelas dan diberikan perawatan yang ditargetkan oleh dokter, seperti pengobatan dan pembedahan.
1. Tekanan darah tinggi: Sakit kepala yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi sebagian besar terjadi di daerah frontal atau seluruh kepala, dan dapat disertai dengan muntah, leher tegang, dan gejala lainnya. Obat yang umum digunakan termasuk diuretik (misalnya hidroklorotiazid, dll.), penghambat beta (misalnya metoprolol, dll.), penghambat saluran kalsium (nifedipin, dll.). Pada saat yang sama, penurunan berat badan harus dilakukan, asupan natrium dan lemak harus dikontrol, dan olahraga harus ditingkatkan.
2. Pneumonia: Untuk pneumonia akibat bakteri, antibiotik (misalnya levofloxacin, roxithromycin, dll.) biasanya digunakan; untuk pneumonia akibat virus, obat antivirus (misalnya ribavirin, oseltamivir, dll.) dapat digunakan. Bagi mereka yang mengalami demam atau gejala nyeri yang jelas, obat antipiretik dan analgesik (ibuprofen, dll.) dapat digunakan. Bagi mereka yang muntah, cairan hidung harus dikeluarkan tepat waktu untuk menjaga kelancaran pernapasan.
3. Pendarahan otak: sering bermanifestasi sebagai sakit kepala, muntah, dan berbagai tingkat gangguan kesadaran. Pertama-tama, pasien harus beristirahat di tempat tidur dan menjaga jalan napas tetap terbuka. Perawatan termasuk dehidrasi untuk menurunkan tekanan tengkorak (misalnya manitol, dll.), menyesuaikan tekanan darah (misalnya nifedipine), dan memperbaiki ketidaknormalan pembekuan darah (suplementasi faktor pembekuan darah, dll.). Jika perlu, perawatan bedah, seperti pungsi ventrikel dan drainase, juga diperlukan.
Selain itu, sakit kepala dan muntah juga dapat disebabkan oleh trauma kraniocerebral, infeksi intrakranial, penyakit leher, dll. Jika gejalanya berlanjut dalam jangka waktu yang lama, Anda harus berkonsultasi dengan dokter pada waktu yang tepat untuk mengklarifikasi penyebab penyakit.