Apakah suplementasi kalsium direkomendasikan untuk patah tulang?

Kalsium dapat ditambahkan secukupnya setelah patah tulang, karena suplementasi kalsium yang berlebihan tidak hanya tidak baik untuk penyerapan, tetapi juga mudah memperparah cedera tubuh, seperti batu empedu, urolitiasis, dan sebagainya. 1. Setelah patah tulang, kalsium dapat ditambah melalui diet, dan tidak perlu mengonsumsi tablet kalsium oral yang berlebihan, karena setelah patah tulang, aktivitas tubuh akan berkurang, dan akan terjadi pemborosan, dan pemborosan yang boros akan menyebabkan peningkatan kandungan kalsium tubuh. Selain itu, peningkatan aktivitas osteoklas setelah patah tulang akan menyebabkan peningkatan kadar kalsium darah dalam tubuh. Jika Anda terus mengonsumsi tablet kalsium secara oral, hal ini dapat menyebabkan overdosis kalsium, dan akan menyebabkan batu empedu atau urolitiasis. 2. Setelah patah tulang, dianjurkan untuk mengonsumsi lebih banyak makanan berkalsium tinggi, seperti produk kacang kedelai, susu berkalsium tinggi, produk susu, udang, dan ikan laut. Sementara itu, Anda dapat berjemur dengan tepat untuk meningkatkan konversi 7-dehidrokolesterol di kulit menjadi vitamin D3 aktif, yang dapat meningkatkan reabsorpsi ion kalsium dalam makanan di usus kecil dan mempercepat pengendapan garam kalsium di lokasi patah tulang, sehingga mempercepat penyembuhan patah tulang. Setelah patah tulang, Anda harus lebih memperhatikan istirahat, memastikan tidur yang cukup, dan tidak terlalu banyak bekerja. Dianjurkan untuk melakukan latihan rehabilitasi di bawah bimbingan dokter.