Cegukan pada bayi dapat disebabkan oleh faktor non-penyakit (misalnya makan terlalu cepat, menghirup udara dingin, dll.), tetapi juga dapat disebabkan oleh faktor penyakit (misalnya meningitis, tonjolan diafragma, dll.). 1. Faktor non-penyakit: (1) Makan terlalu cepat: bayi baru lahir yang makan terlalu cepat akan menghirup udara bersama mereka, sehingga memicu cegukan. (2) Menghirup udara dingin: Ketika bayi yang baru lahir menghirup udara dingin, hal itu dapat menyebabkan kejang pada diafragma karena rangsangan udara dingin, yang dapat menyebabkan cegukan. 2. Faktor penyakit: (1) meningitis: merupakan peradangan akut pada selaput sumsum tulang belakang otak yang disebabkan oleh infeksi patogen, dan anak-anak biasanya mengalami demam, mual, cegukan, dan gejala lainnya. (2) tonjolan diafragma: disebabkan oleh berbagai tingkat kelumpuhan serat otot, keterbelakangan atau atrofi diafragma, yang mengakibatkan naiknya diafragma secara tidak normal, yang menyebabkan sesak napas dan tidak teratur, cegukan, dan kesulitan bernapas saat menghisap susu. Jika bayi sering cegukan dan disertai dengan fenomena lain seperti menangis, disarankan agar orang tua membawa anak ke rumah sakit tepat waktu untuk menyingkirkan faktor fisiologis, dan kemudian mengikuti instruksi dokter untuk perawatan.