Apa itu hormon pertumbuhan?

  Hormon pertumbuhan manusia disekresikan oleh sel hormon pertumbuhan hipofisis, yang dapat meningkatkan sintesis berbagai jaringan dalam tubuh manusia, terutama protein, dan dapat merangsang pertumbuhan dan perkembangan tulang rawan pada tulang dan sendi serta tulang rawan epifisis. Sekresinya memiliki karakteristik sebagai berikut: 1. Sekresi pulsatile, dengan fluktuasi yang besar antara siang dan malam: jumlah denyut hormon pertumbuhan pada remaja praremaja dan remaja sekitar 6-8 kali dalam 24 jam, dengan rata-rata 3-4 jam. Frekuensi sekresi lebih banyak pada malam hari daripada siang hari, dan sekresi hormon pertumbuhan paling kuat sekitar 1 jam setelah tidur nyenyak, sedangkan pada siang hari sering lebih rendah dari 5ug/l. Oleh karena itu, tingkat hormon pertumbuhan yang diukur secara acak pada siang hari tidak terlalu berarti.  2. Ritme sirkadian: Puncak sekresi hormon pertumbuhan dapat terjadi 45-90 menit setelah orang normal tertidur, dengan sekresi tertinggi mencapai 50-60ug/l, terutama ketika dalam keadaan tidur nyenyak. Anak-anak yang ingin tumbuh lebih tinggi harus memastikan tidur yang cukup dan berkualitas tinggi.  3, pengaruh olahraga: olahraga dapat merangsang hormon pertumbuhan, orang normal hampir tidak dapat mengukur hormon pertumbuhan dalam darah mereka ketika mereka pertama kali bangun, setelah bangun tidur, aktivitas ringan dapat merangsang sekresi hormon pertumbuhan, setelah olahraga berat dapat merangsang puncak hormon pertumbuhan. Ini adalah dasar dari tes latihan hormon pertumbuhan, dan alasan mengapa kami mengizinkan anak-anak yang bertubuh pendek untuk berolahraga lebih banyak.  4. Efek stres: Stimulasi seperti pembedahan, trauma, anestesi, tusukan, stres dan kecemasan dapat meningkatkan sekresi hormon pertumbuhan, tetapi penghambatan sekresi hormon pertumbuhan yang reversibel juga dapat terjadi ketika stimulasi terlalu kuat.  5. Zat metabolik: Hipoglikemia akut merupakan stimulus yang kuat untuk sekresi hormon pertumbuhan, jadi kita sering menggunakan insulin untuk menstimulasi hipoglikemia pada anak-anak dan kemudian mengukur kadar hormon pertumbuhan dalam darah mereka untuk menentukan apakah mereka mengalami defisiensi hormon pertumbuhan. Diet tinggi protein dapat merangsang sekresi hormon pertumbuhan, sementara peningkatan kadar asam lemak bebas dapat menghambat pelepasan hormon pertumbuhan.