Dapatkah berlari benar-benar melukai lutut Anda? Satu artikel untuk menjaga Anda dari “lutut yang berlari”!

  Penelitian dari jurnal medis terkemuka, Journal of Orthopaedic and Sports Physiotherapy, menunjukkan bahwa 3,5% pelari reguler mengalami artritis lutut atau pinggul, sementara 10,2% non-pelari yang tidak banyak bergerak mengalami artritis lutut atau pinggul.  Data ini membuktikan bahwa berlari tidak menyakiti lutut Anda, tetapi baik untuk lutut Anda!  Seiring dengan semakin sadarnya masyarakat akan kesehatan, semakin banyak orang yang menaruh perhatian pada kebugaran dan olahraga. Lari, sebagai program kebugaran tingkat pemula, juga populer. Berlari secukupnya tidak hanya tidak menyakiti lutut Anda, tetapi juga baik untuk tulang dan otot Anda. Tetapi intinya adalah berolahraga secara ilmiah, jika tidak, Anda bisa dengan mudah mengembangkan apa yang kita sebut “running knee”!  Apa kemungkinan Anda mengalami lutut yang berjalan?  Nyeri dan bengkak pada lutut selama atau setelah berlari.  Rasa sakit yang terlihat ketika menuruni bukit dan suara “klik” ketika sudah parah.  Apa yang dimaksud dengan lutut berlari?  ”Running knee” juga dikenal sebagai sindrom nyeri sendi patellofemoral atau chondromalacia patellae. Hal ini terjadi ketika sendi lutut berulang kali dilenturkan dan diperpanjang, menyebabkan patela bergesekan dengan ujung bawah tulang paha, yang mengakibatkan keausan pada permukaan tulang rawan patela, dan ketika permukaan tulang rawan patela aus hingga tingkat tertentu, patela tidak dapat lagi bergerak dengan lancar ke atas dan ke bawah, sehingga mengakibatkan nyeri pada sendi lutut.  Bagaimana cara melindungi lutut Anda ketika berlari?  1. Latihan pemanasan yang memadai Pastikan pemanasan sederhana 5 ~ 10 menit sebelum berlari 2. Postur lari yang benar (1) Luruskan punggung Anda dan jaga agar tubuh bagian atas Anda tetap sejajar.  (2) Rilekskan bahu dan lengan Anda (3) Tegangkan pinggul Anda dan angkat kaki Anda secukupnya (4) Daratkan kaki Anda pada posisi yang benar: gunakan tumit dan bagian tengah kaki Anda untuk mendarat, kemudian gulingkan kaki Anda ke depan dengan cepat, lalu hentakkan kaki depan Anda dari tanah. Suara pendaratan kaki tidak boleh terlalu keras, tetapi ringan dan fleksibel.  3.Pilih sepatu lari yang tepat. Selain memilih sepatu lari yang nyaman, Anda juga harus memperhatikan daya serap guncangan, stabilitas dan ketahanan ausnya.  4.Pilihlah tempat yang tepat Disarankan agar Anda memilih tanah yang datar untuk berolahraga. Jalanan yang kasar bisa memperparah keausan pada patela, dan utamakan rute yang sebagian besar lurus, yang bisa mengurangi kemungkinan cedera.  5, hindari olahraga yang lama dan berat Berlari harus moderat, olahraga yang berlebihan akan meningkatkan gaya pada permukaan sendi dan meningkatkan keausan. Berikan waktu bagi sendi lutut untuk beradaptasi dan bergerak secara bertahap.  Faktanya, tidak ada hubungan mutlak antara berlari dan mengalami artritis, hanya saja olahraga yang tidak tepat dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya osteoartritis. Akhirnya, kami berharap Anda bisa menguasai metode ilmiah dalam berlari, berlari dengan sehat dan terhindar dari “running knee”.