Pasien dengan limfangioleiomiomatosis (LAM) berada pada peningkatan risiko kekambuhan pneumotoraks. Ada kekurangan penelitian yang membandingkan prognosis pneumotoraks primer dan pneumotoraks berulang pada pasien LAM yang menjalani fiksasi pleura. Pasien pneumotoraks sering hadir dengan pneumotoraks berulang. Selain itu, setiap pneumotoraks berulang memiliki dampak yang signifikan pada pasien LAM, dengan masa inap di rumah sakit hingga 1 bulan, mengakibatkan biaya medis yang signifikan dan tekanan psikologis yang parah bagi pasien.
Tingkat kekambuhan pneumotoraks pada pasien LAM dengan pneumotoraks awal dan pengobatan konservatif adalah sekitar 65%, dan tingkat kekambuhan pneumotoraks pada pasien dengan fiksasi pleura adalah sekitar 18% hingga 32%. Oleh karena itu, fiksasi pleura dini pada saat pneumotoraks pada pasien LAM membantu mengurangi risiko kekambuhan pneumotoraks.