Insomnia dan manajemen tidur

  Insomnia: biasanya merupakan pengalaman subjektif dari ketidakpuasan dengan durasi dan/atau kualitas tidur, yang memengaruhi fungsi sosial di siang hari.  Jumlah tidur yang “normal” (yang harus dibedakan menurut usia): 1. bayi baru lahir: setidaknya 20 jam sehari 2. bayi: 14-15 jam sehari 3. anak-anak pra-sekolah: setidaknya 12 jam 4. siswa sekolah dasar: 10 jam 5. siswa sekolah menengah: 9 jam 6. mahasiswa, seperti orang dewasa, membutuhkan 8 jam, orang tua hanya 6-7 jam karena metabolisme yang melambat. Lansia hanya perlu 6-7 jam karena metabolisme yang melambat. Namun demikian, ini tidak mutlak, tetapi jumlah tidur yang dibutuhkan dinilai berdasarkan tingkat kesadaran individu di siang hari: pikiran yang jernih dan tidak ada rasa lelah berarti jumlah tidurnya cukup.  Manifestasi klinis insomnia Manifestasi malam hari: 1. sulit tidur: tidur lebih dari 30 menit 2. mudah terbangun: terbangun lebih dari dua kali pada malam hari 3. bangun pagi: bangun pagi-pagi sekali 4. melamun: tidur dangkal, pengalaman mimpi yang kaya, perasaan subyektif kurang tidur 5. tidur singkat: kurang dari 6 jam tidur atau lebih pendek dari biasanya Manifestasi siang hari: mengantuk, lesu, pusing, takut cahaya, menguap, lemas, berkurangnya kemampuan untuk berpikir, dll. Berkurangnya kemampuan berpikir, dll.  Pengobatan utama untuk insomnia sekunder adalah menghilangkan pemicu yang jelas-jelas menyebabkan insomnia. Ini termasuk faktor lingkungan (kebisingan, gigitan serangga, dll.), penyakit fisik (mendengkur, dll.), dan faktor obat (misalnya, hormon, obat-obatan, penekan pernapasan, dll.). Kebersihan tidur dan terapi perilaku kognitif, cocok untuk semua pasien insomnia.  2. Terapi psiko-perilaku: Untuk pasien dengan faktor psikologis atau gangguan emosional. Seperti terapi relaksasi.  3. Pengobatan: Untuk insomnia yang parah, yang memengaruhi pekerjaan, kehidupan, dan suasana hati di siang hari.  1. Hidup teratur dan memastikan waktu tidur 2. Ciptakan lingkungan tidur yang baik 3. Kembangkan kebiasaan tidur yang baik dengan tidur dan bangun tepat waktu, berbaring miring ke kanan, tidur dengan bantal rendah, piyama yang longgar dan lembut 4. Kurangi atau hentikan penggunaan tembakau, alkohol, teh dan kopi 5. Jangan makan terlalu banyak atau terlalu larut malam 6. Jangan makan terlalu banyak atau terlalu larut malam Aktivitas fisik dan stimulasi otak, seperti bermain bola, berlari dan menonton film horor, dll. 9. Aktivitas yang disarankan sebelum tidur: mandi air panas selama sekitar 10-20 menit, melakukan latihan relaksasi, dll.  Saya berharap Anda semua mendapatkan tidur yang nyenyak, nyenyak dan suasana hati yang baik setiap hari!