Sindrom Tourette

Sindrom Tourette dapat dilihat di klinik spesialis pediatri, neurologi dan perkembangan perilaku dan, jika perlu, di psikiatri untuk konseling psikologis.
Sindrom Tourette terdiri dari kontraksi yang cepat pada satu atau beberapa otot, baik di satu tempat atau dengan cara mengembara, dan dapat dimanifestasikan dengan mengerutkan dahi, kedutan pada wajah, mengembangnya hidung, atau gagap pada mulut. Jika otot pernapasan dan artikulatoris terlibat, kedutan dapat disertai dengan artikulasi yang tidak disengaja atau bahasa yang tidak jelas, sehingga disebut “Sindrom Tourette”.
Penyakit ini sering terjadi pada anak-anak, etiologi dan patogenesisnya tidak jelas, beberapa kasus disebabkan oleh lesi nukleus basalis, dan beberapa terkait dengan faktor mental. Sering kali terdapat komorbiditas, dengan gangguan perilaku psikologis yang paling sering terjadi, di mana gangguan obsesif-kompulsif dan defisit perhatian dan gangguan hiperaktif adalah yang paling umum.
Orang tua harus mengamati dengan cermat kondisi anak selama sakit dan mengunjungi rumah sakit secara tepat waktu, termasuk klinik rawat jalan spesialis pediatri, neurologi dan perkembangan perilaku, dan psikiatri untuk konseling psikologis jika diperlukan. Dokter terutama mengandalkan usia onset, beberapa tics motorik dengan tics vokal, dan manifestasi klinis khas lainnya untuk menegakkan diagnosis.
Pasien dengan sindrom Tourette perlu mencari perawatan medis tepat waktu di bawah bimbingan dokter.